Hasil Tangkapan Menurun, Nelayan di Sergai Memilih Tidak Melaut

by

GEOSIAR.COM, SERGAI,- Hasil tangkapan nelayan tradisional di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menurun sejak beberapa minggu terakhir ini. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa nelayan memilih untuk tidak melaut.

“Dalam sepekan ini tangkapan nelayan sedikit, jadi banyak yang tidak melaut karena hasil tangkapan tidak ada dan ditambah lagi dengan gelombang besar yang dibarengin dengan angin kencang,” ujar Asep (65) salah seorang nelayan, Selasa (10/1/2023).

Asep mengatakan, penurunan hasil tangkapan telah berlangsung sejak seminggu terakhir. Faktor tersebut disebabkan adanya cuaca buruk yang terjadi. Dari pada harus merugi karena tak membawa tangkapan, beberapa nelayan pun memilih untuk tidak melaut.

“Kalaupun pergi melaut, tapi hasil tangkapan tidak ada, mana tahan juga toke untuk melaut, kan harus biaya, belanja yang harus dikeluarkan setiap melaut,” ujarnya.

Penurunan hasil tangkapan nelayan pun membuat stok ikan di tempat penampungan ikan turun drastis.

Nuri salah seorang pengusaha ikan mengakui ketersediaan ikan makin berkurang. Bahkan kondisi saat ini lebih parah ketimbang banjir yang melanda Kecamatan Tanjung Beringin beberapa bulan lalu.

“Iya betul saat ini hasil tangkapan nelayan tidak ada, malah stoknya lebih sedikit ketimbang saat banjir kemarin,” kata Nuri.

Terbatasnya ketersediaan membuat harga ikan di Kecamatan Tanjung Beringin melambung tinggi. Seperti harga ikan gembung naik hingga Rp 40 ribu per kilogram.

Untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, pedagang pun mendatangkan ikan dari luar daerah seperti Tanjung Balai, Belawan hingga Aceh.

“Harga ikan gembung karena ikan sedikit harganya mencapai Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu. Karena hasil tangkapan nelayan Bedagai kurang jadi kita datangkan dari luar seperti Tanjung Balai, Belawan dan Aceh ada masuk, tapi seminggu terakhir ikan dari luar tidak ada yang masuk,” tutup Nuri. (LS)