Dihadiri SBY Natal Nasional Partai Demokrat 2022 Meriah, AHY : Saya Apresiasi Ketua Panitia Natal Hendrik Sitompul

by

GEOSIAR.COM, JAKARTA,’ “Pertama-tama, kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas kasih dan RidhoNya kita dapat hadir pada acara Natal malam ini. Yang terhormat Bapak Susilo Bambang Yudoyono, Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat yang juga orang tua kita semua. Yang saya hormati semua anggota DPP, para Pimpinan Agama dan semua bapak/ibu yang hadir ditempat ini, khususnya yang beragama Protestan, saya sampaikan “Selamat Hari raya natal 2022,” kata Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono (AHY) dalam mengawali kata sambutannya.

“Yang saya banggakan adalah Bapak Hendrik Sitompul, Ketua panitia Natal Nasional Partai Demokrat yang telah menyampaikan secara lengkap bio datanya. Baru 10 bulan menjadi anggota DPR RI, sudah bisa melakukan perayaan Natal sebaik ini. Apalagi sudah 10 tahun. Mungkin, kita akan mengadakan perayaan Natal di Senayan,” jelas AHY.

AHY juga menyampaikan, terima kasih kepada panitia yang sudah dapat melakukan acara ini. “Saya tahu ini sangat berat, walaupun persiapannya sangat singkat. Partai Demokrat hadir untuk kita semua. Dan malam ini kita dipersatukan dari perbedaan, dari mana kita berasal mulai dari Aceh sampai Papua, walaupun terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. Melalui tema dan semangat Natal 2022, kita diperintah untuk mencari jalan lain atau jalan alternatif. Dan kita memilih jalan lain tersebut. Kita hadir untuk kemanusiaan menuju perubahan dan perbaikan. Kita berjuang untuk perubahan dan perbaikan,” kata AHY.

Semangat Natal 2022, lanjut AHY, membawa kekuatan, kedamaian dan keberkahan. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Semoga tahun 2024, semua yang hadir diruangan ini diberi kemudahan dan kesuksesan. Disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh hadirin.

“Begitu juga dengan hadirnya masa pandemi, ini merupakan tantangan bagi kita untuk tetap dapat bertahan dan bangkit. Dan pada masa ini, ada upaya-upaya untuk menghalangi pelaksanaan demokrasi di Indonesia dengan mengajukan pelaksanaan pemilu proporsional secara tertutup. Ini merupakan kemunduran demokrasi di Indonesia.

Bila kita dikembalikan kepada sistem pemilu secara tertutup, maka rakyat tidak mempunyai hak suara untuk dapat memilih pemimpin dan wakil rakyatnya secara langsung. Dan ini melukai perasaan rakyat. Kita berharap keadilan dan demokrasi kokoh dan tetap berlaku di Indonesia. Ini sebagai contoh, Partai Demokrat harus berbicara secara lantang dan menentang ini untuk keadilan dan kepentingan rakyat,” tegas AHY.

Bagaimanapun, lanjut AHY, kita harus tetap mempertahankan pemilu secara terbuka. Untuk itu marilah kita bergandeng tangan dan saling mendukung, minimal mendoakannya agar dapat mewujudkan tegaknya demokrasi di Indonesia.

Adapun perayaan Natal Nasional Partai Demokrat dihadiri oleh sekitar seribu lima ratus undangan yang hadir dari berbagai suku, ras dan agama.

“Kita harus hidup rukun dan toleransi dengan sesama. Sekali lagi tahun 2023 adalah tahun politik dan kita akan menghadapi tahapan-tahapan menuju pemilu tahun 2024, dimana tahun 2024 akan semakin menghangat. Peristiwa pemilu tahun 2019 kiranya jangan sampai terulang kembali. Harganya terlalu mahal, karena persatuan itu sangat mahal. Karena bangsa yang mudah dipecah belah oleh karena isu politik dan sosial akan menjadikan Indonesia bangsa yang nestafa. Tetapi biarlah kompetisi dan perbedaan visi dan misi masing-masing partai, semuanya adalah untuk rakyat dan negara.

Jangan pernah terpecah belah yang disebabkan oleh politik adu domba, perpecahan dan hoaks. Semua perbedaan itu adalah kontemporer atau sementara. Janganlah sifat kontemporer itu diwariskan ke anak cucu. Indonesia adalah negara demokrasi yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. Parati Demokrat ingin menunjukkan konsisten dan komitmennya sebagai partai nasionalis dan Religius untuk semua umat.

Semoga saudara-saudara yang baru bergabung dapat merasakan kenyamanan dalam bergabung pada Partai Demokrat,” kata AHY. (cno/ptr)