Diperayaan Natal Nasional PD dan Di Depan SBY, AHY Tegaskan Demokrat Tolak Pemilu Proporsional Tertutup

by

Foto : Ketua Umum Partai Demokrat Agus Haribmurti Yudhoyono (AHY) (tengah) didampingi Istri (kanan) dan Ketua Panitia Natal Nasional Partai Demokrat Drs Hendrik H Sitompul MM (kiri). (ist/geo).

 

GEOSIAR.COM, JAKARTA,- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Haribmurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, partainya menolak Pemilihan Umum (Pemilu) dengan sistem proporsional tertutup.

Hal itu disampaikan AHY dalam acara perayaan Natal Nasional Partai Demokrat (PD), yang dipimpin (Ketua) Drs Hendrik H Sitompul MM di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (8/1/2023) malam. Acara itu juga dihadiri Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), para kader, dan anggota partai.

“Tadi siang ada 8 parpol yang bertemu, membahas sejumlah isu di tingkat nasional, dan di antaranya menjadi fokus pembicaraan tadi adalah bagaimana kita menolak dengan tegas wacana mengembalikan sistem pemilu proporsional tertutup,” ujar AHY.

AHY menyebutkan, sistem pemilu proporsional tertutup merupakan sebuah kemunduran. Sebab, masyarakat hanya bisa memilih partai tanpa bisa memilih calon anggota legislatif yang diusung partai.

“Karena ini sebuah kemunduran, sebuah setback, akankah kita akan bersikap ahistoris?” kata AHY.

Oleh karena itu, AHY meminta agar para kader dan anggota Partai Demokrat menolak sistem pemilu proporsional tertutup.

“Kalau dikembalikan ke sistem tertutup maka rakyat tidak bisa memilih calon pemimpinnya secara langsung. Oleh karena itu, Demokrat harus tetap berada di depan, bersuara lantang (menolak sistem pemilu proporsional tertutup),” ucap AHY.

Diberitakan sebelumnya, delapan Parpol menyatakan sikap menolak Pemilu dengan sistem proporsional tertutup.

Kedelapan Parpol itu adalah Partai Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, Demokrat, PKS, PAN, dan PPP.

Namun, dalam pertemuan itu hanya dihadiri tujuh partai politik, sementara Partai Gerindra disebut berhalangan hadir.

“Saya ingin membacakan pernyataan sikap delapan partai politik sehubungan dengan wacana diberlakukan kembali sistem pemilu proporsional tertutup dan telah dilakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi,“ ujar Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu.

“Pertama, kami menolak proporsional tertutup dan memiliki komitmen untuk menjaga kemajuan demokrasi di Indonesia yang telah dijalankan sejak era reformasi,” ujar Airlangga.

Menurut dia, sistem pemilu proporsional tertutup merupakan kemunduran bagi demokrasi Indonesia.

Di sisi lain, sistem pemilu proporsional terbuka merupakan perwujudan dari demokrasi yang berasaskan kedaulatan rakyat.

“Di mana rakyat dapat menentukan calon anggota legislatif yang dicalonkan oleh partai politik, kami tidak ingin demokrasi mundur!” tegas dia.

Kedua, lanjut Airlangga, sistem Pemilu dengan proporsional terbuka merupakan pilihan yang tepat dan telah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22-24/PUU-VI/2008 pada tanggal 23 Desember 2008.

Apalagi, sistem ini sudah dijalankan dalam tiga kali pemilu dan gugatan terhadap yurisprudensi akan menjadi preseden yang buruk bagi hukum di Indonesia dan tidak sejalan dengan asas nebis in idem.

Ketiga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta tetap menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu dengan menjaga netralitas dan independensinya sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan.

“Keempat, kami mengapresiasi kepada pemerintah yang telah menganggarkan anggaran Pemilu 2024 serta kepada penyelenggara Pemilu terutama KPU agar tetap menjalankan tahapan-tahapan Pemilu 2024 sesuai yang telah disepakati bersama,” papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

“Kelima, kami berkomitmen untuk berkompetisi dalam pemilu 2024 secara sehat dan damai dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tetap memelihara stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi. Demikian pernyataan politik untuk menjadi perhatian,” jelas Airlangga.(kps/red)