Wartawan Senior Efendy Naibaho Sesalkan Rekan Media Berikan Parcel Kepada Bupati

by

GEOSIAR.COM, SAMOSIR – Pasca pemberian parcel oleh insan pers kepada Bupati Samosir oleh sejumlah wartawan menjelang akhir tahun ke rumah dinas Bupati Samosir, Jumat (30/12/2022) jadi perbincangan hangat ditengah masyarakat dan viral di media sosial.

Hal tersebut nampak jadi pembicaraan di warung kopi dan para netizen di medsos warga samosir, parcel yang diberikan oleh wartawan.

Menanggapi hal diatas wartawan senior Efendy Naibaho merasa heran dan tidak setuju dengan yang dilakukan rekannya sesama wartawan yang mengatasnamakan rekan – rekan media.

”Kok memberikan parsel kepada Bupati, itu melanggar aturan”, terang Efendy, Sabtu (31/12/2022).

”Aturan yang tertuang dalam Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tegas menyatakan bahwa; setiap pejabat negara dilarang menerima segala bentuk hadiah, karena dianggap sebagai gratifikasi, ini kan sangat jelas. Janganlah kita ajak Bupati untuk melanggar aturan, beber Efendy Naibaho.

“Heran juga saya mendengar adanya teman- teman pers memberikan parcel kepada Bupati Vandiko Timotius Gultom. Apa ngga salah ya, apakah jujur- sejujurnya, apakah ngga terbalik?, ujarnya.

“Saya yang sudah puluhan tahun menjadi wartawan, pimpinan redaksi, pemilik web site, pemilik radio suara pusuk buhit dan lainnya, tidak pernah terpikirkan dan memikirkan pemberian parcel dan harus dishare- share pula, untuk apa ya harus diviral- viralkan”, ungkapnya.

“Sebagai jurnalis kalau ada pesan moral atau kritikan terhadap kinerja Bupati ya ditulis dan wawancarai saja tokoh sesuai tupoksinya”.

Yang pasti, pers Samosir banyak yang tidak ikut dan saya duga tidak akan mau ikut- ikutan termasuk saya yang sudah capek juga menyatukan persepsi dan kekompakan media apakah melalui warkop jurnalis di dekat Polres Samosir kemudian jurnalis proPerubahan dan sekarang ALIANSI jurnalis Ormas OKP dan LSM

Walaupun itu hak jurnalis itu sendiri tapi sindiran atau apapun namanya tidak patut jika melalui pemberian parcel terbuka”, terangnya.

“Saya yakin pimpinan redaksi tempat mereka bekerja tidak akan setuju dengan pemberian parsel terbuka itu kepada Bupati/Walikota atau Gubernur di manapun”, pungkasnya. (SS).