Hendrik Sitompul Terima Audiensi Mahasiswa MBKM di Ruang Kerjanya di DPR RI – Mahasiswa Bangga, Begini Ceritanya..

by

GEOSIAR.COM, JAKARTA,- Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik Sitompul MM terima audiensi sejumlah Mahasiswa MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), di ruang kerjanya di DPR RI Jakarta, Kamis (15/12/2022).

Pembicaraan mahasiswa MBKM dengan Anggota DPR RI dari Komisi VII Drs Hendrik Sitompul MM cukup hangat dan kompak. Sejumlah mahasiswa mengaku bangga dan senang atas sambutan Hendrik Sitompul.

Begini bincang bincangnya, dan keterangan resmi yang diterima Redaksi Geosiar.com, Sabtu (17/12/2022).

Mahaiswa : Rencananya yang ikut hadir ke DPR RI ini ramai pak, tapi kebetulan di IPB sedang UAS. Jadi mereka tidak bisa hadir, dan kebetulan kami telah selesai melaksanakan UAS.

Hendrik : Jadi adik-adik ini dari IPB..? Calon-calon sarjana pertanian ya..?

Mahasiswa : Kami ini mengikuti program mahasiswa merdeka pak, itu programnya diluar pulau. Misalnya, dia lahir di Sumatera dan kuliah di jawa dia tidak bisa masuk dikedua pulau ini tetapi dilainnya. Jadi sementara kami ini seperti saya, kuliah di UNSRI (Palembang) dan ngambil pertukaran dijawa dan masuk di IPB begitu pak.

Dan konsep kampus merdeka, kita bebas mengeksplor mata kuliah diluar jurusan kita.

Hendrik : Tercatat dimana dek?

Mahasiswa : Di UNSRI tetap pak, SKS yang di ambil di IPB akan di konversikan ke UNSRI

Hendrik : Nanti, tamatnya dari IPB atau UNSRI..?

Mahasiswa : UNSRI (Kampus asal) pak..

Hendrik : Berapa tahun nanti IPB?

Mahasiswa : Cuman satu semester pak

Hendrik : Kenapa kalian ambil komputer di IPB, bukan di ITB?

Mahasiswa : sebelumnya pak, ada sosialisasi di kampus cuman saya tidak lihat mata kuliah apa saja yang ditawarkan dan saya langsung pilih IPB dan pilihan kedua saya di UNS.

Tapi karena rencana saya di pertama IPB dan lolos di IPB. Cuma mata kuliah yang saya ambil, jarang ada yang berkaitan tetapi memang ada yang saya ambil yang berkaitan.

Hendrik : terus biayanya sendiri dong?

Mahasiswa : Tidak pak, karena ini program dari pemerintah. Diberikan uang kuliah, sama uang saku

Hendrik : tapi ini harus seleksi juga kan?

Mahasiswa : Iya pak.

Hendrik :seleksi ya, bukan sembarang otomatis masuk ya

Mahasiswa : kemarin itu ada sebanyak 12 ribu mahasiswa yang lolos dari 32 ribuan yang mendaftar.

Hendrik : Mata kuliah itu aja yang kalian ambil?

Mahasiswa : batasnya ada 20 sks pak.

Hendrik : kalian satu semester kan ambil ini. Mata kuliah yang kalian ambilkan, macam-macam nih. Apakah kalian yang pilih/IPB yang langsung masuk disitu.

Mahasiswa : kami pilih sendiri pak, misalnya mata kuliah mana yang sesuai itu yang kita ambil pak. Dan penilaiannya nanti masuk ke dalam SKPI (surat keterangan pendamping ijasah)

Hendrik : saya hanya mikir gini, khawatir saya bobot SKS kalian ga cukup karena mata kuliah yang di IPB ga mencukupi kampus asal gitu lho.

Mahasiswa : tetap di konversikan pak. Kalau memang dia ikuti pertukaran, misalnya 20 sks. Tidak lagi mencantumkan mata kuliah apa saja yang diambil. Jadi memang langsung 20 sks full yang dikonversikan

Hendrik : yang jadi pemikiran saya begini, bisa saja ada mata kuliah yang dikampus asal yang tidak kalian ambil karena jumlah sks cukup. Artinya ada mata kuliah yang kalian ambil, karena mungkin jumlah sksnya udah cukup S1 misalnya kan, dan bisa juga berlebih juga.

Boleh ga sksnya berlebih, dan kalian ambil mata kuliah yang lain. Padahal jumlah sks kalian sudah cukup nih.

Mahasiswa : bisa pak, walaupun jumlah sks kami sudah penuh itu bisa

Hendrik : itu maksud saya, berarti bisa ya. Artinya kalau di konversikan itu memang syarat salah satunya, maksud saya itu total sks itu harus terpenuhi dan itu yang paling pentingkan.

Kalau sudah terpenuhi , apakah wajib mengambil yang belum kita ambil kan tidak juga kan.

Berarti kampus swasta juga boleh dan ijasahnya nanti yang terdaftar gimana?

Mahasiswa : tetap ijasah dari kampus asal pak

Hendrik : apa yang menjadi tanda, kalau sudah kuliah di IPB?

Mahasiswa : nanti kita ada sertifikat dan kartu tanda pengenal mahasiswa tetap Cuma sementara pak

Hendrik : saya secara pribadi selaku anggota DPR, saya mengucapkan terimakasih sudah berkunjung ke gedung DPR RI ini termasuk ke ruangan saya ini dan saya pastikan kalian pasti bangga dan istimewa karena tidak semua bisa masuk kesini dan tidak diperbolehkan.

Karena harus jelas kepentingannya, harus jelas mau bertemu dengan siapa. Jadi ga bisa serta merta ingin ketemu pak hendrik, kalau tidak ada janjian itu akan sulit. Maka sejak awal, kalian langsung pandu, kalau tidak dipandu kalian berdiri terus di luar sana.

Adik-adik sekalian sukses buat kalian semua,

Kalau anak saya paling besar usianya 27 tahun. Tamat dan kerja sekarang di pertamina dan sekaligus dia kuliah di ITB dan UI S2nya. Dan nanti di bulan 2 selesai kuliahnya di ITBnya.

Anak yang kedua, tamat dari STAN dan kerja di kantor pajak yang nomor 3 sekarang kuliah di STAN juga.

Itulah jadinya, anak DPR tidak asal-asal juga. Istri saya ketat sekali dan dia pejabat di kantor pajak di Medan di Suka Mulia.

Jadi, saya masih asli orang Medan, saya tinggal di Medan Baru.

Terimakasih banyaklah adik-adik sekalian, sudah berkunjung kesini dan ini lah rumah rakyat. Tapi, kalian orang-orang muda ini harus betul-betul memakai jiwa politik.

Saya sangat mendorong supaya anak-anak muda itu juga peduli dengan politik, karena jangan biarkan yang berkecipung di politik itu adalah orang-orang liar sering terjadi seperti itu. dan akhir-akhirnya, karir kehidupannya tidak jelas. Dianggap anggota DPR ini sebagai lowongan kerja atau untuk pensiun.

Nah itu menurut saya tidak boleh, saya pikir yang muda-muda ini dorong politik, jangan sampai orang-orang yang selama ini hidup di ormas bukan kita nilai jelek, maksud saya itu harus jelas disiplinnya.

Kalau boleh, anggota DPR itu yang sudah berpengalaman di luar, bukan hanya di politik saja.

Kebetulan sekali, saya seorang pengusaha dan tahun 2014 saya sudah menjadi anggota DPR Medan tahun 2014-2019 langsung berangkat caleg ke DPR RI ke senayan ini.

itu merupakan suatu anugerah bisa melakukan seperti itu, saya menjadi anggota DPR RI bukan karena bapak saya Bupati, karena banyak juga anggota DPR RI karena keluarga kepala daerah karena itu memudahkan dia mulus kesini, banyak itu. Jadi jangan heran yang muda-muda itu menjadi kepala daerah itu orang-orang tuanya.

Jadi saya belum teruji juga itu, karena saya yakin pasti orang-orang tuanya yang main. Kalau saya murni tidak ada, dan memang perlu ada pertaruhan dan ga gampang masuk kesini dan ini jabatan paling tinggi di DPR RI yang periodenya jelas 5 tahun kalau menteri kan bisa di copot.

DPR RI ini dilindungi oleh UUD. DPR RI ini rumahnya politisi yang dinaungin oleh partai-partainya, itu semua pasti kita ketahui.

Jadi, yang mewakili partainya, namanya sub fraksi itu bagian dari Partai yang mewakili DPR RI

Jadi semua ada bidangnya, dan saya dikomisi VII bidang energi, mitra saya kementrian SDM, perindustrian, dan lembaga-lembaga lainnya, Pertamina, INALUM, BPH Migas, PLN, Mind-ID, Gas. Itulah yang menjadi mitra-mitra saya,

Saya ini dari fraksi partai demokrat dan dari awal memang saya demokrat dan belum pernah pindah, pungkas Hendrik Sitompul.

Mahasiswa : Terimakasih kami buat pak Hendrik Sitompul yang menerima kami dengan baik. Kami merasa bangga dengan sambutan ini, boleh kami diterima di ruang pribadi Pak Hendrik di DPR RI, ini cukup luar biasa.

Semoga Pak Hendrik semakin sukses dan tetap diberkati Tuhan. (cno/nus)