Kapolres Samosir Paparkan Penanganan Prediksi Peningkatan Pengunjung, Jelang Nataru Pada Rakor Ops Lilin Toba 2022

by

GEOSIAR.COM, SAMOSIR – Kapolres Samosir AKBP. Josua Tampubolon, SH, MH, dalam paparannya memperkirakan, perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini jumlah pengunjung atau pun pemudik ke Kabupaten Samosir akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Mengantisipasi segala kemungkinan terburuk Kapolres Samosir menyampaikan sejumlah point penting yang harus ditangani secara bersama, terkhusus sinergitas Pemkab Samosir.

Perlu kita ketahui bahwa perayaan Nataru tahun ini sangat berbeda dengan Perayaan Nataru tahun- tahun sebelumnya, yang mana pada perayaan Nataru sebelumnya saat kita level III tingkat kunjungan wisata ke Kab.Samosir sangat luar biasa secara khusus bagi yang berkunjung ke objek wisata Sibea- Bea apalagi tahun ini yang sudah diberikan kelonggaran dipastikan akan lebih membludak lagi,” jelas Kapolres AKBP Josua Tampubolon.

Josua berencana melibatkan personel pengamanan hari Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, yakni Sarpras Kesiapan OPS Lilin Toba 2022 Polres Samosir.

Josua menilai, penting adanya rencana Anggaran Kesiapan OPS Lilin Toba 2022 Polres Samosir, rencana Sarpras Pos Pam, Pos Yan Kesiapan OPS Lilin Toba 2022 Polres Samosir.

Kemudian, adanya beberapa lokasi bencana longsor dan lokasi jalan rusak di wilayah Kabupaten Samosir.
“Dalam Mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas di Objek Wisata Sibea Bea, Polres Samosir melakukan langkah sebagai berikut, mendirikan Pos Pam di Simpang Gonting dan Simpang Tele, melakukan Survei Jalur dari Simpang Gonting ke Sibea- Bea sebagai jalur masuk (status jalan Kabupaten, Aspal Hot Mix, Dan beberapa penggalan jalan masih dalam pengerjaan,” papar Josua.

Ke depan direncanakan melakukan Rekayasa Jalan dengan mengalihkan pengunjung yang akan masuk menuju Sibea- Bea dari simpang Tele dan pengunjung yang akan keluar dari Sibea bea melalui Simpang Gonting.

Pengunjung ke Sibea-bea juga akan dibatasi dengan cara memberikan waktu berkunjung selama 30 menit. Juga membatasi pengunjung di Sibea Bea dengan memberikan batas.

“Kita akan berkordinasi dengan pemilik yayasan Sibea bea tentang
pengelolaan parkir di dalam dan seputaran sibea bea. kapasitas parkir didalam sibea- bea cukup menampung ±100 unit mobil. Kapasitas Max Jumlah Pengunjung di dalam objek wisata sibea bea ±1.000 pengunjung. 1 unit mobil derek dan 1 unit alat berat akan di stand bykan di Simpang Gonting,” terang Josua.

Menurut Josua, adapun Kendala dan Hambatan Kesiapan OPS Lilin Toba 2022 Polres Samosir yakni minimnya dukungan anggaran, dikarenakan personil yang terlibat dalam operasi sebanyak 170 personel sedangkan yang di dukung anggaran hanya 30 personel.

Selain itu kata Josua, terdapat jalan rusak di 6 titik yang merupakan jalan nasional provinsi yaitu Jalan Pangururan-Tomok desa Marlumba Kecamatan Simanindo, Jalan Pangururan-Tomok desa Tolping Kecamatan Simanindo,  Jalan Tomok-Onanrunggu Desa Tomok Induk Kecamatan  Simanindo, Jalan Tomok-onanrunggu Desa Tanjungan Kecamatan Simanindo, Jalan Tele Kecamatan Harian, Simpang Aek Rangat Kecamatan, Pangururan.

“Kemudain masih Kurang Nya Penerangan dan rambu atau marka jalan di daerah rawan longsor, rawan laka dan pohon tumbang di daerah tele Kecamatan harian dan Sigarantung Kecamatan Simanindo,” tutur Kapolres.

Sementara itu, kata Kapolres Samosir ada pun inovasi Kesiapan OPS Lilin Toba 2022 Polres Samosir, membuat bengkel Vaksinator yang berada disetiap Pas Pam dan Pos Yan untuk membantu masyarakat/pemudik yang belum di vaksinasi.

Polres Samosir juga membuat bengkel Transformasi yang berada di tiap Pad Pam dan Pos Yan untuk membantu masyarakat/pemudik yang mengalami kerusakan pada kendaraan bermotornya.

Sementara itu, bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST menyampaikan sebentar lagi akan libur nataru yang dipastikan akan terjadi peningkatan kunjungan baik yang akan melaksanakan liburan ataupun perantau yang ingin melaksanakan mudik, dengan demikian diperlukan langkah-langkah antisipasi dari pemerintah dan seluruh stakeholder untuk dapat memastikan pelayanan paling utama secara khusus jaminan keselamatan.

Terkait faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran Nataru dengan tujuan agar kita dapat membedah dan memgambil langkah demi terwujudnya kelancaran pelaksanaan Nataru di Kabupaten Samosir.

“Terimakasih kami ucapkan dari BPH Migas yang telah hadir pada hari ini tentunya kami ingin mendengar kesiapan dari BPH Migas menghadapi Nataru tentang ketersediaan BBM secara khusus di Samosir,” sebut Vandiko.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Cabang Sibolga dalam rangka Nataru diperkirakan akan terjadi peningkatan kendaraan yang masuk ke Samosir.

“Bahwa kami dari ASDP akan mengoperasikan 3 unit Kapal yaitu KMP Iham Batak, KMP Pora-pora dan KMP Kaldera.

Terkait volume kendaraan yang diperkirakan akan meningkat kita telah membuat jadwal penambahan Trip yang biasanya 3 – 4 trip diwaktu normal nantinya pada saat Nataru akan kita tambah 10 – 20 trip setiap harinya (24 jam) tergantung volume kendaraan,” sebutnya.

Menurut Geeral Manager PT ASDP,  beberapa isu dan kendala yang dihadapi  saat ini dengan diberlakukannya pemesanan tiket online diperkirakan nantinya akan ada kendaraan yang memasuki pelabuhan namun belum bertiket, terjadi server down,dan jaringan internet tidak bagus.

“Adapun langkah antisipasi yang akan kami lakukan yakni pembuatan pit stop bagi pengendara yang belum memiliki tiket dan kordinasi penambahan kekuatan sinyal,” tuturnya.(SS).