Rapat Paripurna Paroki Namo Pencawir Dihadiri Ratusan Peserta, Siap Dukung Hendrik Sitompul Pileg 2024

by

GEOSIAR.COM, DELI SERDANG,- Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik Sitompul MM menghadiri acara Rapat Paripurna umat dan pengurus Paroki Namo Pencawir di Cinta Alam desa Talun Kenas Kabupaten Deli Serdang pada akhir pekan barusan.

“Yang saya hormati Pastor Vikep dan Pastor Beno. Terima kasih buat Pastor Beno atas kebersamaan kita dalam kesempatan ini. Bapak/ibu yang terkasih, hari ini adalah hari yang luar biasa, dimana ditempat ini merupakan pertemuan yang ke-4 dari pagi sampai malam hari ini”, kata Hendrik Sitompul mengawali sambutannya. Demikian keterangan resmi yang diterima Redaksi Geosiar.com, Senin (12/12/2022).

 

Lanjut Hendrik, sejak dirinya dilantik menjadi anggota DPR RI pada Februari 2022 sampai saat ini, menurutnya, sudah hampir 500.000 orang yang bertemu dirinya secara tatap muka. “Itu sudah termasuk Katolik, HKBP, GKPI, GKPS, Pentakosta dan yang lainnya. Belum termasuk kelompok-kelompok lainnya,” kata Hendrik, disambut tepuk tangan yang meriah dari ratusan peserta rapat paripurna yang hadir.

Dan nanti, kata Hendrik, pertanggung jawabkan kepada masyarakat apa yang sudah dilakukan. “Saya satu-satunya anggota DPR RI yang berani mempertanggung jawabkan apa yang telah saya perbuat kepada konstituen saya. Jadi akhir Desember 2022, akan saya undang semua wartawan dan tokoh-tokoh yang mewakili masyarakat untuk mendengarkan apa yang sudah saya lakukan kepada masyarakat. Sudah beratus juta uang yang telah saya luncurkan kepada masyarakat. Saya akan sampaikan itu juga. Jadi itulah wujud bukti pertanggung jawaban saya bahwa itu sudah saya lakukan kepada masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu, kata Hendrik, hari ini, pertemuan pertama, telah memberikan program pelatihan kepada umat Delitua sekitarnya terkait dengan pelatihan pupuk organik yang diadakan di Hotel Madani Jln.Sisingamangaraja Medan. Lebih dari 150 orang pesertanya yang hadir. Pertemuan kedua, lanjutnya, bertemu dengan umat Paroki Medan Timur terkait pelatihan tepung pisang di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja Medan. Pertemuan ketiga, pemberian bantuan kepada Panti Asuhan Karya Tulus di Medan Tuntungan. Dan sehari sebelumnya, pertemuan dengan para milenial terkait bagaimana mengelola informatika dan video konten.

“Puji Tuhan, semuanya berjalan lancar dan sukses. Masih ada 9 program lagi yang belum dilaksanakan. Salah satunya adalah usulan suster dan Pastor yang ada dikota Medan, dimana akan diadakan pelatihan media. Yang pasti, semua program akan kita luncurkan”, katanya.

Menurut Hendrik, jangan ada dusta diantara kita, Hendrik juga berharap jangan ada yang menghalang-halangi dirinya dalam menjalankan program-progam, yang bertujuan untuk membantu gereja dan umat.

“Bila saya diundang secara resmi dalam suatu acara, maka saya akan membawa oleh-oleh. Tetapi bila saya dicuekin, walaupun saya diundang secara resmi, saya akan pulang,” tegasnya.

Saat Reses, lanjut Hendrik, non stop terus dirinya serahkan ke gereja. “Bila saya diajak bicara politik, maka saya adalah politisi, tapi bila saya bicara dengan umat, maka saya sebagai Prodiakon. Yang artinya melayani umat,” kata Hendrik, disambut tepuk tangan secara meriah oleh peserta rapat paripurna.

“Ada nggak anggota DPR RI yang mau menjadi Prodiakon?”,tanya Hendrik.

“Jadi Pastor/suster dan bapak/ibu sekalian, saya terbuka saja, dan tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Apa saja yang saya dapat akan saya bagikan ke gereja dan umat”, tegas Hendrik, disambut tepuk tangan yang meriah dari semua peserta rapat Paripurna.

“Kembali lagi, bahwa saya berbuat untuk gereja dan umat dan bukan untuk saya. Kalau ada proposal-proposal yang menyangkut umat dan gereja, berikan kepada saya”, tegasnya.

“Pastor/suster dan bapak/ibu sekalian, yang pasti saya mengucapkan terima kasih pada semua umat katolik, karena saya sudah bisa menjadi anggota DPR RI. Dan karena saya adalah satu-satunya anggota DPR RI yang beragama Kristen Katolik di dapil Sumut 1 ini. Baru pertama sekali terjadi. Syukurnya, saya anggota DPR RI adalah mantan Mesdinar, mantan Ketua Mudika, mantan PMKRI, mantan ISKA, pengurus yayasan Don Bosco dan juga sudah Prodiakon. Sudah saya serahkan jiwa dan raga saya ke gereja. Jadi Pastor/suster dan bapak/ibu sekalian, saya juga berterima kasih atas undangannya ditempat ini. Saya datang dari gereja. Dari gereja ke DPR RI dan dari DPR RI kembali lagi ke gereja. Jadi dari gereja ke DPR dan dari bisnis ke DPR RI. Bukan dari DPR RI ke bisnis. Nanti ditangkap KPK (Komisi Pemberantas Korupsi)”, jelasnya.

“Nilai-nilai yang saya terapkan dalam bisnis, pertama-tama adalah kejujuran. Kalau saya tidak jujur, maka tidak mungkin dapat berdiri disini. Berikutnya adalah adanya niat baik. Saya adalah pengusaha dan saya adalah pembayar pajak terbesar di Jakarta Timur untuk 2 kali. Tolong tunjukkan kepada saya, siapa orang Medan yang punya usaha dan merupakan pembayar pajak terbesar di Jakarta Timur”,katanya.

“Saya juga berterima kasih kepada Paroki ini, karena di Paroki inilah merupakan perolehan suara saya terbanyak saat Pemilu tahun 2019 lalu. Disambut tepuk tangan yang meriah dari seluruh peserta rapat paripurna.

Saya senang sekali dengan Paroki ini. Jadi untuk acara ini, saya support Rp.10 juta”,ungkapnya.

“Hidup Pak Hendrik Sitompul, Hidup Pak Hendrik Sitompul, Hendrik Sitompul Yes,Yes,Yes”, ungkap semua peserta rapat paripurna secara serentak.

“Yang penting, saya diundanglah. Dan saya siap untuk melayani umat dan gereja. Apalagi bila ada program-program Pastor/suster dan bapak/ibu sekalian. Dan banyak program-program dari komisi VII, baik itu program dari BRIN, program-program dari Pertamina, program dari PLN, program-program dari kementrian Perindustrian, Gas dan yang lainnya. Tahun depan, kalau Pastor/suster dan bapak/ibu sekalian bersedia bekerja sama dengan saya, maka semua program-program itu akan dibagikan semua”,katanya.

“Yang pasti, Pastor/suster dan bapak/ibu sekalian, mohon doanya untuk saya pada Pemilu tahun 2024, boleh dan setuju khan”?,tanya Hendrik.

“Boleh dan setuju”, jawab semua peserta rapat paripurna secara serentak.

“Setuju nggak, saya mencalonkan diri tahun 2024”?,tanya Hendrik.

“Setuju”, jawab semua peserta rapat paripurna secara serentak.

“Yang penting diingat, jangan pilih warnanya, tapi pilih orangnya. Karena warna tidak pernah melayani bapak/ibu, tetapi yang melayani bapak/ibu sekalian adalah orangnya. Betul?”,tanya Hendrik.

“Betul”,jawab semua peserta rapat paripurna secara serentak.

“Jangan pilih warnanya, tapi pilih orangnya. Siapa dia?”, tanya Hendrik.

“Hendrik Sitompul”, jawab semua peserta rapat paripurna secara serentak.

“Akhirnya, terima kasih buat Pastor/suster dan bapak/ibu sekalian peserta rapat paripurna ditempat ini. Selamat dan sukses atas rapat paripurna di tempat ini”, pungkas Hendrik.(cno/ptr)