Buka Pelatihan Pupuk Organik Kerjasama BRIN, Ratusan Peserta Dukung Hendrik Sitompul pada Pileg 2024.

by

GEOSIAR.COM, MEDAN,- Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik Sitompul MM mengadakan dan membuka Pelatihan Pupuk Organik dan Pemasarannya, kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan itu diadakan di Balairoom 1 lantai 1 Hotel Madani Jl SM Raja Medan, Sabtu (03/12/2022).

“Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang saya hormati Kepala BRIN, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Bapak Dr Andes Hamuraby Rozak, beliau adalah Kepala Pusat Riset konservasi tumbuhan, kebun raya dan kehutanan,” kata Hendrik Sitompul Anggota Komisi VII DPR RI mengawali sambutannya. Demikian keterangan resmi yang diterima Redaksi Geosiar.com, Rabu (7/12/2022).

Terkait bidang Agrobisnis, lanjut Hendrik, beliau adalah ahlinya. Beliau sudah eselon 2, dan kami doakan semoga beliau bisa menjadi deputi. “Terima kasih atas kesempatan kepada kami anggota DPR RI komisi VII, yang bersinergi membuat program-program untuk masyarakat pada hari ini, dimana pelatihan ini ada karena BRIN. Tapi yang pasti bila tidak ada komisi VII DPR RI, maka tidak ada pelatihan ini,” tambah Hendrik.

Bapa/ibu yang terkasih, lanjut Hendrik, pelatihan ini adalah sesuai dengan kebutuhan yang ada di dapil Sumut I, yang meliputi daerah Kota Medan, Deli Serdang, Sergai dan Tebing Tinggi. “Ini adalah program yang sudah dipetakan di dapil kami, sesuai dengan kebutuhan konstituen, hari ini kita lakukan. Dan seminggu ini kami telah melakukan program-program yang sesuai dengan kebutuhan konstituen kami yang bekerjasama dengan BRIN,” tambah Hendrik.

Dapil Sumut 1 ini adalah dapil yang multi sektoral. Kemarin juga, kata Hendrik, sudah ada pelatihan kerja, dimana peserta program pelatihan kerja langsung dan sudah bekerja. Bukan hanya program ini, lanjut Hendrik, apabila ada yang belum masuk listrik kerumahnya, tolong diberitahu kepada kami, agar kami pasangkan secara gratis.

Jangan harap, lanjut Hendrik, orang lain yang akan membantu kita, bila tidak dari diri kita sendiri. “Saya adalah asli orang Medan, dan saya adalah pengusaha sekaligus politikus. Yang penting, jangan lihat warnanya, tetapi lihat orangnya. Jangan pilih warnanya, tetapi pilih orangnya. Karena warna tidak pernah melayani anda, yang melayani anda adalah orangnya,” tegas Hendrik

Tapi begitupun, lihat juga kualitas dan tipe orangnya. Jangan pada saat mau Pemilu, dekat dia. Sesudah masuk dia, langsung pergi meninggalkan kita. Makanya harus hati-hati nantinya dalam Pemilu untuk memilih wakil rakyat.

“Saya tidak memaksa bapak/ibu untuk memilih DPRD tingkat 1 dan 2, tetapi yang pasti untuk DPR RI yang akan bapak/ibu pilih siapa”?, Tanya Hendrik.

“Hendrik Sitompul”, jawab peserta pelatihan secara serentak.

“Hidup Pak Hendrik, Hendrik Sitompul, Hendrik Sitompul, Hendrik Sitompul, kami mendukung pada Pileg 2024, Yes, Yes, Yes”, ucap peserta pelatihan secara serentak.

Hendrik menambahkan bahwa sekarang kami sekeluarga sudah komitmen untuk melayani masyarakat, karena kami banyak memperoleh berkat Tuhan.

“Saya ini seorang pengusaha. Jadi dari pengusaha ke DPR RI, bukan dari DPR RI ke pengusaha. Banyak orang dari DPR RI baru ke pengusaha, sehingga ditangkap KPK,” katanya.

Sejak dilantik menjadi anggota DPR RI, lanjut Hendrik, pada bulan Pebruari 2022, dirinya sudah bertemu dengan 500.000 orang konstituen di dapil Sumut 1. Sementara, jumlah gereja Katolik di dapil Sumut 1 sebanyak 215 gereja, belum termasuk konstiituen lain seperti HKBP, Pentakosta, GKPI, GKPS dan yang lainnya.

“Saya mohon doa dan dukungan bapak/ibu sekalian agar tahun 2024 saya terpilih kembali, apakah bapak/ibu setuju”?,tanya Hendrik.
“Setuju”, jawab peserta pelatihan secara serentak.

“Jadi bapak/ibu sekalian, semoga pelatihan pupuk organik ini bermanfaat sampai ke pemasarannya”, harapnya.

 

Kepala Pusat Riset konservasi tumbuhan, kebun raya dan kehutanan Dr Andes Hamuraby Rozak menjelaskan, BRIN lahir pada tanggal 28 April 2021. BRIN merupakan gabungan semua penelitian-penelitian Nasional yang dari Pemerintah Indonesia dan didalam itu juga termasuk penelitian-penelitian dari Kementrian terkait yang ada di Indonesia.

Sebelumnya, lanjutnya, mungkin masih ingat LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia), BPPT (Badan Pengkajian Penerapan Teknologi), LAPAN (Lembaga Antariksa Penerbangan Nasional) dan BATAN (Badan Tenaga Atom dan Nuklir). Semuanya sekarang ada di BRIN.

BRIN itu, katanya, tugasnya adalah melakukan kegiatan teknis penelitian, pengkajian dan penerapan teknologi di Indonesia. “Jadi penelitian-penelitian yang ada mulai dari dasar laut sampai ke antariksa ada semua di BRIN. Dari mulai ilmu yang eksak Fisika teori sampai dengan teori sosial ekonomi ada semua,” jelasnya.

Andes menjelaskan, salah satu misi/visi BRIN adalah untuk menjadi pengungkit pembangunan Nasional. Artinya semua hasil-hasil riset dan penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Benang merahnya BRIN berkolaborasi dengan Komisi VII yang merupakan rekan kerja di DPR RI dan yang sudah banyak melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini.

“Jadi, inilah wahana atau cara kami untuk bertukar pikiran, dan kesempatan emas bagi bapak/ibu sekalian untuk bertukar pikiran atau pengalaman sehingga terkait pembuatan pupuk organik dan pemasarannya bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Nara sumber, lanjutnya, ada bapak Ricky Rohiman yang sejak tahun 2006 sudah menekuni pupuk organik. Untuk itu alasan, perlunya pelatihan ini dan kolaborasi dengan Komisi VII Bapak Drs Hendrik Sitompul MM.
Permasalahan-permasalahan yang ada dilapangan agar dibagi disini dan Pak Ricky Rohiman akan menjelaskan secara mendetail. Bila melihat luasnya lahan pertanian di Indonesia, sudah saatnya kita beralih ke pertanian modern dengan cara pengelolaan pertanian secara profesional.

Ke depan, lanjutnya, profesionalitas dari petani ini dapat lebih ditingkatkan lagi dengan tujuan utama untuk kesejahteraan para petani.

BRIN, katanya, akan berusaha semaksimal mungkin untuk pelatihan-pelatihan termasuk pupuk organik ini. Pupuk organik ini mempunyai peran yang sangat strategis karena bagi negara maju, pupuk organik sudah menjadi prioritas utama. Karena mereka sudah tidak mau konsumsi produk non organik.

Pak Hendrik, katanya, sudah melakukan pelatihan-pelatihan bagi ratusan mahasiswa dan hari ini untuk para petani. “Pak Hendrik sudah sangat luar biasa, bisa menggapai berbagai level. Saya sangat kagum, bagaimanapun juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia itu tidak hanya milik satu pihak saja,”” pungkasnya.(ptr/cno)