Terkait Semangat Protap, Gandi Parapat : Harus ada Petunjuk dari Pak Luhut Panjaitan

by

GEOSIAR.COM, MEDAN,- Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengatakan, terkait semangat masyarakat yang tinggal di TAPANULI maupun yang berada daerah lain atau kota lain, juga yang tinggal di luar negeri yang berasal dari Tapanuli, untuk menjadikan PROTAP seperti yang telah diperjuangkan para tokoh puluhan tahun yang silam, hingga memakan korban itu.

Hal itu menurut Gandi Parapat, sangat perlu diaminkan Pemerintah, sebenarnya Pemerintah harus merasa malu mendengar dan melihat semangat itu baik langsung maupun melalui Media.

“Menurut info, Papua tanpa diminta masyarakat untuk dimekarkan tapi Pemerintah berkeras harus dimekarkan, dan diprotes Masyarakat daerah itu,” kata Gandi Parapat menjawab wartawan di Medan, Selasa (22/11/2022).

Mungkin, lanjut Gandi, Papua tidak melihat Pemekaran atau menambah Propinsi yang mereka butuhkan untuk menambah kesejahtraan mereka.

“Kalaupun kami membandingkan Pemekaran Papua yang ditolak masyarakat tapi Pemerintah tidak peduli, dengan Masyarakat yang memohon PROTAP puluhan tahun tidak diperdulikan;” tambahnya.

Hal itu kata Gandi, bisa menimbulkan pertanyaan atau kecurigaan. “Karena menurut kami, sudah sangat layak dibuat PROTAP. Jadi kalau muncul pertanyaan Kenapa Papua dimekarkan ?. Kenapa PROTAP tidak diaminkan ?. Kami sangat yakin Pemerintah ataupun pihak lain akan sulit menjawab,” tegas Gandi.

Semangat yang semakin berkibar untuk PROTAP sangat perlu segera dijawab oleh Pemerintah. Apalagi saat ini, lanjut Gandi, ada Pak Luhut Panjaitan sangat dipercaya oleh Presiden.

“Karena menurut kami, segala persoalan atau kebutuhan Negara, Luhut tau dan kami yakini Presiden sebelum membuat Keputusan lebih dulu minta pendapat ke Luhut,” tambahnya.

Jadi dalam hal ini, kata Gandi, masyarakat yang menginginkan langsung, harus segera meminta masukan atau pendapat Luhut Panjaitan agar jangan salah langkah. Karena semangat atau keinginan bersama bisa merugikan beberapa padahal tujuan bukan untuk merugikan.

Jadi sebelum lebih jauh melangkah, kata Gandi, harus ada petunjuk Luhut Panjaitan karena dia sangat dipercaya Presiden. “Jadi orang batak, sangat lucu kalau tidak meminta pendapat Luhut Panjaitan secara Terbuka, agar tidak salah langkah,” pungkas Gandi (red/*)