KADIN Medan Hadiri Rapat Koordinasi  Penjaringan Isu-Isu Prioritas, Dinas Lingkungan Hidup

by

GEOSIAR.COM, MEDAN,- Dinas Lingkungan Hidup  Kota Medan, kembali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penjaringan Isu-Isu Prioritas terhadap Penyusunan KLHS dampak dan/atau resiko lingkungan hidup.

Acara ini merupakan rapat koordinasi yang dilaksanakan di Le Polonia Hotel, Medan, Sumatera Utara, acara ini mengundang oleh OPD kota Medan terkait, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Medan, Direktur PDAM Tirtanadi, Yayasan bidang Lingkungan Hidup, Akademi, Konsultan Lingkungan Hidup dan Penegak Hukum bidang Lingkungan Hidup.

Dalam sambutan arahannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Medan Zulfansyah Ali Saputra menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antardaerah, Kementerian/Lembaga, Pusat-Daerah dalam perencanaan pembangunan agar terjadi integrasi/sinkronisasi dalam upaya menyelesaikan isu-isu/permasalahan bersama bidang lingkungan hidup di kota Medan untuk mencapai “Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan”.

Rapat Koordinasi ini selain telah berhasil membangun komunikasi dan koordinasi antara Organisasi Perangkat Daerah dengan UPT KLHK juga telah berhasil mengidentifikasi status penyusunan dokumen-dokumen perencanaan dan isu-isu prioritas bidang LHK di wilayah kota Medan diantaranya: Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) beserta rencana rincinya, rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) nasional, provinsi dan kabupaten/kota, serta kebijakan rencana dan/atau program yang berpontensi menimbulkan dampak kepada lingkungan hidup.

Dtemui di lokasi acara, Komite Tetap KADIN Medan Bidang Lingkungan Hidup Willem Hasli mewakili Ketua KADIN Medan Arman Chandra mengatakan “Kegiatan ini merupakan awal dari langkah selanjutnya berupa integrasi dan kolaborasi perencanaan pengendalian pembangunan yang akan dilaksanakan. Yang perlu menjadi prioritas harus disesuaikan dengan visi misi Walikota Medan adalah penanganan masalah saat ini
misalnya bencana alam banjir, penurunan kualitas air, konversi mangrove, sampah plastik laut, pembangunan hutan kota sosial, penegakan hukum LHK, dan lain-lain”. (red/rel)