Harga BBM Naik, Hendrik Sitompul Serahkam Paket Konversi BBM ke BBG Mesim Pompa Air Bagi Petani

by

GEOSIAR.COM MEDAN,- Anggota DPR RI Komisi VII Partai Demokrat Drs Hendrik Sitompul MM menghadiri Program Kemitraan Pendistribusian Paket Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), untuk mesin pompa air bagi petani sasaran tahun 2022 di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) pada Jumat (11/11/2022).

Press Rilis yang diterima Redaksi Geosiar.com, Sabtu (12/11/2022), menjelaskan, Hendrik Sitompul bersama dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan Program Kemitraan Pendistribusian Paket Konversi BBM ke BBG untuk mesin.

­

Hendrik Sitompul dalam sambutannya mengatakan, dirinya datang secara khusus dari Jakarta ke Medan untuk memenuhi undangan ini.

“Bapak ibu sekalian, pada hari ini saya memang punya niat spesial datang dari Jakarta untuk menemui masyarakat Sergai. Saya juga sangat bangga karena Dirjen Migas Pertamina Patra Niaga memenuhi usulan dan kebutuhan masyarakat Sergai khususnya bagi petani Sergai, karena program ini sudah lama ditunggu sejak tahun 2019,” kata Hendrik Sitompul mengawali sambutannya.

Untuk kedepan, lanjut Hendrik, melalui Bapak Sumando Pasaribu meminta agar program seperti ini di tahun 2023 ditingkatkan jumlahnya. “Saya senang dan bangga dan ingin agar program seperti ini terasa di desa lain supaya pemerataan program ini dapat dirasakan desa lainnya,” harap Hendrik.

Lebih jauh kata Hendrik, program konversi dilakukan karena naiknya harga BBM dan sulit mendapatkannya. Pemerintah lanjut Hendrik,  memberi masukan bagaimana agar masyarakat yang butuh akan BBM, salah satu solusinya adalah konversi BBM ke BBG. “Saya ingatkan kepada masyarakat,  agar jangan disalahgunakan dan mohon perhatian Kades, untuk mengawasi penggunaannya supaya tepat sasaran,” tegas Hendrik.

Kiranya program konversi BBM ke BBG ini, lanjut Hendrik,  dapat meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Sergai ini.

“Akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kepala Daerah termasuk Kepala Desa, Pertamina, Kementrian ESDM, Konsultan ESDM, vendor-vendor lainnya dan juga masyarakat penerima bantuan hari ini yang beruntung. Saya minta agar masyarakat penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan peralatan yang diberikan oleh Pemerintah,” harap Hendrik.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Sergai Romian P. Siagian, SSTP, M S mengatakan, pembangunan pertanian kiranya dapat meningkatkan penghasilan petani dengan meningkatkan daya saing pertanian. “Bapak Hendrik yang terhormat, bahwa pembangunan pertanian kiranya dapat meningkatkan penghasilan petani dengan meningkatkan daya saing pertanian dengan tujuan utama pembangunan tingkat kehidupan petani dan keluarganya lebih baik,”

Hal tersebut, lanjut Romian, dapat dicapai dengan menambah nilai tambah produk pertanian. “Selanjutnya kami sampaikan disini, bahwa Sergai dengan luas wilayahnya 190.000 Ha yang meliputi 11 Kecamatan 597 desa dan Sergai merupakan penghasil padi no.2 di Sumatera Utara,” katanya.

Mekanisme pertanian Sergai, katanya,  mengalami tantangan besar akibat kenaikan harga BBM dan sulitnya mendapatkan tambahan BBM.

Untuk itu, katanya,  konversi BBM menjadi sasaran yang tepat dengan BBG yang dilakukan kerjasama Pertamina melalui Kementrian ESDM dengan Komisi VII DPR RI.

“Dinas Pertanian Sergai mengucapkan terima kasih kepada Hendrik Sitompul Komisi VII anggota DPR RI dari Partai Demokrat, yang telah menjembatani Program Konversi BBM ke BBG ini. Dimana dalam konversi ini menghemat pemakaian BBM 50-70% dari pemakaian BBM seperti biasanya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dirut Kementrian ESDM yang diwakili Sumando Pasaribu menjelaskan, acara konversi BBM ke BBG ini , yang menerima bantuan 129 warga, tetapi karena kondisi tempat, maka diwakilkan 13 warga. Kiranya yang hadir disini dapat mensosialisasikan kepada penerima bantuan yang lain.

Program konversi BBM ke BBG ini telah dilakukan sejak tahun 2013 dan khusus pilot project dilakukan tahun 2019 di Indonesia.  Di Sergai ini baru dapat teralisasi pada tahun 2022 yaitu sebanyak 129 paket.

Sumando menambahkan, program konversi tepat sasaran ini adalah program kemitraan antara Kementrian ESDM dengan Komisi VII DPR RI.

Anggaran ini semula diajukan untuk penanganan covid 1, namun oleh Komisi VII DPR RI dimunculkan kembali sehingga dilakukan kesepakatan agar program ini menyentuh langsung masyarakat dan kepada petani khususnya.

Program konversi untuk petani tepat sasaran ini sangat berguna untuk kehidupan petani yaitu mengurangi biaya operasional petani sampai 50 % dibandingkan dengan menggunakan BBM.

Paket perdana ini diberikan secara gratis oleh Pemerintah kepada petani, namun diharapkan petani dapat memanfaatkan dan merawat peralatan dengan baik dan jangan diperjualbelikan karena peralatan yang diberikan adalah milik Pemerintah.

Saat ini kita masih mengalami masa pandemi dengan munculnya Omicron yang baru, diharapkan selama proses pendistribusian tetap melakukan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Dukung Hendrik Sitompul

Sementara itu, Kepala Desa Melati 2 Sergai Supardi tidak lupa mengucapkan terimakasih Anggota DPR RI Hendrik Sitompul. “Terima kasih kami ucapkan kepada Hendrik Sitompul Anggota Komisi VII DPR RI dan Kementrian ESDM serta Pemerintah, maupun Dinas Pertanian Sergai atas bantuan dan partisipasinya hingga terselenggara program konversi ini,” ucap Supardi.

Supardi juga menghimbau kepada masyarakat desanya, agar tetap mendukung Hendrik Sitompul sebagai warga penduduk setempat/ Sergai, yang akan diajukan sebagai wakil rakyat pada periode pemilihan tahin 2024-2029.

Penyerahan peralatan secara simbolis pada konversi BBM ke BBG ini, diserahkan Anggota DPR RI Hendrik Sitompul yang diterima oleh Legiman, dari kelompok tani Harapan Jaya dan Kasno, dari kelompok tani Anggrek yang mewakili dari seluruh penerima bantuan.(cno/patar)