Gandi Parapat : Tidak ada Andil Jokowi, Jika “Perkawinan” Nasdem Usung Anis Gagal

by

Keterangan Foto : Gandi Parapat saat menghadiri Pertemuan/ Dialog dengan Anis saat datang ke Medan, di PGI SU, tanggal 5/11/2022 pada Sore hari (ist). 

GEOSIAR.COM, MEDAN,- Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengatakan, kalau gagal perkawinan Nasdem yang sudah resmi mengusung Anies dalam Pilpres 2024 dengan Partai Demokrat dan PKS. Gandi meyakini tidak ada andil Jokowi selaku Presiden dalam hal itu. “Kami yakin tujuan Presiden bicara dalam HUT Golkar baru baru ini di Jakarta yang menjadi pembahasan serius, bukan tujuan memecah belah Nasdem, PKS, PD yang dikabarkan berkoalisi membawa Anies,” kata Gandi Parapat menjawab wartawan di Medan, Jumat (11/11/2022)

Lebih jauh kata Gandi, Nasdem sebagai Pembantu Presiden Jokowi mau gabung dengan PD, PKS yang tidak mau gabung menjadi Pembantu Presiden dan memilih bebas bersuara dengan rakyat. “Sikap PD dan PKS selama ini banyak yang memuji, sehingga kami menilai PD dan PKS lebih jantan apabila tidak bergabung dengan Nasdem, Pembantu Presiden itu,” tambahnya.

Kunjungan Anies ke Sumut, lanjut Gandi, dengan pertemuan di lapangan dan gedung seperti mimpi kehadiran presiden baru bagi sebagian yang mendapat makanan, minuman dan yang lain. “Pertemuan di PGI SU yang saya hadiri sebagai warga Kristen dan mengakui Anies orang pintar, seperti yang diakui pak Akbar Tanjung dan Jokowi juga mengakui, Anies orang Pintar. Kepintaran Anies tidak diakui Budi Plt/Pjs Gubernur DKI yang diangkat atau dipilih Jokowi Presiden,” tegasnya.

Bukti Budi tidak mengakui kepintaran Anies, kata Gandi, dengan merombak atau menghapuskan hal vital. “Kami memuji Anies dalam kepintarannya berbahasa tidak dalam pekerjaanya ketika Gubernur, tapi Budi dalam pekerjaan Anies tidak mengakui. Dengan hal itu dalam pertemuan di PGI kami melontarkan pertanyaan. Apa Budi antipati sama pak Anies ?. Bagaimana Formula E ?. Hal itu kami sampaikan agar jangan ragu orang mencintai pak Anies,” tegas Gandi.

Pak Anies, lanjut Gandi, menjawab dengan bagus, tidak ada tujuan yang lain menghadiri pertemuan tersebut, namun yang menimbulkan pertanyaan. “Siapapun yang datang ke rumah kita, dengan tujuan apapun harus kita terima, kecuali mau membunuh atau mencuri,” pungkas Gandi.(red/*)