Peringati Hari Santri Nasional, Polres Sergai Fasilitasi Ratusan Santri Gelar Berbagai Kegiatan di Mesjid Agung

by

GEOSIAR.COM, SERGAI,- Polres Serdangbedagai (Sergai) memfasilitasi ratusan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Zakiyun Najjah Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memeringati Hari Santri Nasional di Mesjid Agung Sergai di Seirampah, Minggu (23/10/2022).

Kapolres Sergai diwakili Kapolsek Firdaus, AKP Idham Halik didampingi Kanit Samapta Ipda LB Manullang, Kbo Satintelkam Polres Sergai Iptu Villey Tarigan beserta personel Polres Sergai dan Polsek Firdaus, berbaur bersama sekitar 500an santri dan santriawan sekaligus melakukan pengamanan.

Pimpinan Ponpes Zakiyun Najjah, Drs H Maralutan Siregar didampingi istrinya Hj Mardiah Tanjung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres Sergai AKBP Ali Machfud dan Kapolsek Firdaus serta jajaran yang telah masilitasi kegiatan ini.

Hj Mardiah mengungkapkan, sebelumnya pihaknya menyampaikan permohonan pengamanan di jalan kepada Kapolres Sergai, berhubung akan melakukan gerak jalan dari pondok pesantren ke Mesjid Agung dalam rangka memeringati Hari Santri Nasional.

“Tetapi usulan kami ditolak pak Kapolres, dengan berkilah kalau jalan kaki di Jalinsum berisiko tinggi, apalagi ramai-ramai,” ungkapnya.

Menurut Hj Mardiah, dasar penolakan Kapolres Sergai tersebut benar, selain akan memacetkan arus lalu lintas, juga menjaga kesehatan para santri jika hujan turun.

Kemudian, lanjutnya, Kapolres berjanji menyediakan kendaraan (bus) untuk mengangkut para santri, serta pengawalan pengamanan hingga akhir kegiatan.

“Alhamdulilah, hari ini kami bisa melaksanakan sholat ghaib dan kegiatan lainnya. Selain itu, para santri juga bisa berwisata dan berswafoto di kawasan Mesjid Agung milik warga Sergai. Ini semua berkat saran dan bantuan pak Kapolres Sergai. Dan kami juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sergai serta elemen dan para warga yang selama ini cukup peduli dengan Ponpes Zakiyun Najjah,” katanya.

Hj Mardiah juga menjelaskan jika ratusan santri dan santriwati yang berada di Ponpes Zakiyun Najjah berasal dari warga yang berdomisili di perkampungan pedalaman yang jauh dari perkotaan. Ada yang berasal dari perkampungan di Tapanuli Selatan, Madina, Toba, Humbahas, Labura, Labusel, Samosir, Tapanuli Utara, Asahan, Dairi, Nias, Paluta, Langkat dan Palas.

“Kami tidak memandang status dan tingkatan, yang penting mau belajar dan menimba ilmu. Kalau masalah lainnya, Allah SWT yang akan membuka jalannya,” tandas Hj Mardiah. (LS)