Dikonfirmasi Terkait Penyakit Gagal Ginjal, Ini Kata Kepala UPT Puskesmas Bestari

by

GEOSIAR.COM MEDAN,- Penyakit gagal ginjal akut (Acute Kidney Injury) adalah suatu kondisi saat ginjal kehilangan fungsinya secara tiba-tiba, dimana ginjal tidak dapat menyaring limbah atau racun dari darah yang berkembang dalam tujuh hari.

“Adapun gejala atau tanda penyakit gagal ginjal akut adalah flu, pilek, batuk, kelelahan, kehilangan nafsu makan, sakit kepala,demam, pembengkakan pada tubuh, nyeri pada panggul, mual dan muntah.”ungkap Kepala UPT Puskesmas Bestari, Dr.Indra Gunawan yang beralamat di Jalan Rotan no 1 Komplek Petisah pada Kamis,(20/10/2022).

Indra menambahkan bahwa sakit gagal ginjal akut disertai gejala khas menuju ke gejala sakit ginjal karena kurangnya produksi air seni bahkan si anak tidak dapat buang air seni selama 24 jam sehingga terjadi pembengkakan disekujur tubuhnya yang mengakibatkan kelumpuan pada si anak.

Menurut Indra, penyebab sakit gagal ginjal akut yang paling umum yaitu dehidrasi (kurang minum) dan sepsis yang dikombinasikan dengan obat-obatan netrotoksik, terutama setelah pembedahan atau operasi jantung. Dimana terjadi penurunan aliran darah yang efektif ke ginjal. Gagal ginjal juga dapat disebabkan oleh keadaan penyakit hilir ginjal dan paling sering terjadi sebagai akibat dari abstruksi saluran kemih, batu kandung kemih, batu ginjal, kandung kemih dan prostat.

“Apakah sudah ada pasien terindikasi sakit gagal ginjal akut di lingkungan UPT Puskesmas Bestari?”, tanya Geosiar.com.

“Sampai saat ini belum ada laporannya.” jawab Indra.

“Apakah ada arahan atau petunjuk dari Kemenkes Pusat untuk penanggulangannya apabila ada masyarakat yang terkena sakit gagal ginjal akut?,” tanya Geosiar.com.

“Arahan dari Kemenkes Pusat adalah agar dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dimana ada dokter spesialis anak ahli Nefrologi seperti di RS Adam Malik Medan yang mendalami ilmu tentang penyakit dan gangguan pada fungsi ginjal bayi, anak dan remaja.” jawab Indra.

“Saat ini Kemenkes Pusat sedang bekerjasama dengan balai POM (Pengawasan Obat Makanan) untuk meneliti kandungan obat-obatan syrup terutama untuk anak-anak untuk mengetahui apakah ada kandungan berbahaya didalamnya yang berakibat fatal mengganggu fungsi ginjal anak.” ungkap Indra.

Indra Gunawan menambahkan ke masyarakat agar apabila ada anak, orang tua maupun keluarga yang terkena gejala sakit ginjal akut agar segera membawa dan melaporkannya ke Puskesmas terdekat untuk segera ditangani.(CW1/patar)