Dies Natalis ke-70 USU, Anindya Novyan Bakrie Ajak USU Ikut Berperan Lahirkan Wirausaha

by

GEOSIAR.COM, MEDAN,- Anindya Novyan Bakrie Lubis mengajak Universitas Sumatera Utara untuk turut berperan sejak dini mengembangkan sekaligus melahirkan para wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja. Kamis (20/10/2022)

Harapan itu disampaikannya saat memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Terbuka Dies Natalis ke-70 Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium Kampus USU.

Dalam orasinya itu, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia memberikan gambaran betapa Indonesia memerlukan lebih banyak wirausaha untuk dapat bersaing dengan negara lainnya. Ia menyebut bahwa saat ini, semangat kewirausahaan bangsa kita masih berada pada tahap yang masih perlu ditingkatkan.

Menurut Anindya, “Lakukan banyak cara dapat dilakukan pimpinan universitas untuk mengembangkan semangat kewirausahaan tersebut di lembaganya masing-masing”. Salah satunya, sambung dia, dengan membangun ekosistem bagi para wirausaha pemula dan mengembangkan sejumlah skema pembiayaan alternatif bagi mereka.

Meski demikian, dirinya mengingatkan bahwa semangat kewirausahaan ini tidak selalu berbicara soal keuntungan dan bisnis. Banyak masalah-masalah lingkungan sekitarnya yang juga harus dipecahkan oleh para wirausaha ini.

“Kewirausahaan tidak selalu semata menghasilkan profit bagi perusahaan, tapi juga melahirkan benefit bagi masyarakat luas. Berusaha menjadi pengusaha yang memecahkan masalah sosial dan lingkungan melalui cara-cara kewirausahaan. Sungguh saya berharap agar pendidikan tinggi mampu meningkatkan perannya dalam pengembangan ekosistem, Artinya masih banyak pekerjaan besar yang harus kita selesaikan,” kata Anindya

Ditemui oleh wartawan dilokasi acara didampingi oleh Ketua KADIN Medan Arman Chandra, Ketua Umum KADIN Sumatera Utara Ivan Iskandar Batubara mengatakan pentingnya memiliki dan membangun jiwa entrepreneurship. Pasalnya, saat ini Indonesia membutuhkan lapangan pekerjaan yang luas untuk mengatasi tingkat pengangguran yang tinggi.

“Kalau masih berpikirnya menjadi pekerja atau karyawan, maka kita akan bersaing dengan jutaan orang yang sama, tapi bila kita mimpinya jadi pengusaha, maka saingan kita tidak akan sebesar itu, malah kita dapat ikut berkontribusi menyediakan lapangan pekerjaan dengan menjadi seorang pengusaha,” ujar Ivan. (red/rel)