Ketua Forwakum Sergai, Sesalkan Oknum Pemborong Marah-Marah dan Tantang Wartawan 

by

GEOSIAR.COM, SERGAI,- Ketua Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Jhonni Sitompul S.Sos menyesalkan adanya oknum kontraktor di Sergai yang marah-marah dan menantang wartawan untuk mengadukan hasil pekerjaannya ke aparat penegak hukum, Rabu (19/10/2022).

Diketahui proyek yang sedang dikerjakan pemborong tersebut adalah pemasangan paving blok di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah. Dari informasi papan nama, nomor kontrak 09/SPK- PPK- DAK-BPK/PL/DPKP/SB/VIII/2022, bernilai Rp 199.386.000, dikerjakan oleh CV SAVA PERKASA, bersumber dana BKP, tahun anggaran 2022.

Jhonni menyesalkan pernyataan pemborong yang disebut-sebut berinisial Pak Boy yang mencak-mencak dengan nada suara tinggi dan menantang wartawan untuk mengadukan pekerjaannya ke aparat hukum.

Padahal, Jhonni melanjutkan, sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, setiap bangunan fisik yang dibiayai Negara wajib memasang papan nama proyek.

“Papan nama penting sebagai sarana masyarakat mengetahui jenis kegiatan proyek, besarnya anggaran, dan asal usul anggaran (APBD/APBN), nama kontraktor, tenggat waktu pelaksanaan kegiatan, dan perawatan. Papan nama proyek sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan dan pencegahan terjadinya pencurian uang rakyat,” imbuhnya.

Jhonni menyebutkan, sebagai rekanan jangan terlalu meninggi, kerjakan saja sesuai bestek (RAB) dari pihak dinas kimpraswil Sergai. Apalagi sampai menantang untuk mengadukan ke aparat penegak hukum, jaksa dan polisi.

“Harusnya bekerja sesuai koridornya aja, kalaupun dekat dengan pejabat daerah, gak mestilah marah-marah dan menantang untuk diadukan ke APH. Apalagi dengan menyebut sebagai putra daerah, itu malah cerita mundur dalam pembangunan di Sergai,” ujar mantan aktifis USU 98 tersebut.

Diketahui dari rekaman yang beredar, oknum pemborong tersebut marah-marah kepada wartawan dengan nada suara meninggi.

“Kok pekerjaan aku, kau berita-beritakan jangan gitu kalo kita sama-sama orang Sergai bukan orang lain saya, saya orang Firdaus asli, kecuali orang luar saya maka kau gitu-gitukan putra daerah kalo dapat untung sikit apa enggak wajar,” ujar pemborong tersebut dengan nada tinggi.

Lebih lanjut, dalam rekaman yang beredar tersirat oknum pemborong tersebut mengatakan tak dibayar pun gak apa-apa, buktikan kalau memang merasa hebat silahkan adukan ke Kejaksaan dan Polres.(LS)