Pemerintah Mematangkan Pengamanan KTT G20 di Bali

by

GEOSIAR.COM, JAKARTA,- Pemerintah terus mematangkan pengamanan jelang pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-negara G20 di Bali pada November 2022.

“Pengamanan telah dipersiapkan dari berbagai aspek, meliputi keamanan siber, penjagaan ketat di pintu keluar masuk Pulau Dewata hingga antisipasi bencana alam,” kata juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan meskipun dilakukan dengan penuh kewaspadaan, perhitungan tinggi dan serius, pengamanan tetap ramah terhadap masyarakat setempat.

Menurut Wawan, persiapan pengamanan KTT G20 terus dilakukan sebagai upaya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para tamu sebagai langkah preventif.

Sejalan dengan hal itu, Polri akan mengerahkan lebih dari 8.000 personel untuk mengamankan rangkaian kegiatan yang dijadwalkan pada KTT G20 di Bali.

Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mengungkapkan personel dari Polda Bali dan Mabes Polri di bawah kendali operasional (NCO) akan bersama-sama mengamankan KTT G20.

Pangdam IX/Udayana dan Komandan Satgas Keamanan Regional Bali untuk G20 Mayjen Sonny Aprianto juga menyebut bahwa TNI berencana mengerahkan 6.000 personel untuk membantu Polri dalam kegiatan KTT G20.

“Sebanyak 2.000 tentara juga akan disiagakan untuk mengantisipasi bencana alam,” ujarnya pula.

Menurut dia, pengamanan dan penjagaan ketat harus dilakukan demi menjaga citra dan nama baik Indonesia di hadapan dunia. Seluruh pihak perlu bersinergi untuk menjaga Indonesia dari setiap ancaman yang dapat merusak citra dan kehormatan bangsa Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga menyatakan bahwa persiapan KTT G20 di Bali sudah mencapai 90 persen. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Usman Kansong menjelaskan rapat rutin dan peninjauan antarkementerian juga rutin digelar dengan dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi.

“Rapat-rapat rutin tersebut bertujuan untuk mengupdate perkembangan infrastruktur telekomunikasi yang menjadi tugas Kominfo,” katanya lagi.

G20 merupakan forum global yang beranggotakan 19 negara dan satu kawasan dengan kontribusi 80 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan 60 persen populasi dunia.

Setelah Indonesia menjadi tuan rumah G20 pada 2022, India akan meneruskan Presidensi G20 hingga 2023.(red/ant)