RDP Komisi 7 dengan Dirjen Ilmate Kemenperin, Hendrik Sitompul Mempertegas Terkait Regulasi

by

GEOSIAR.COM, JAKARTA,- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik H Sitompul MM menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Ilmate Kemenperin dan RDPU dengan Dirut Perusahaan Produsen Kompor Induksi (PPKI) Dalam Negeri, bertempat di ruang rapat Komisi 7 DPR RI Gedung Nusantara 1 lantai 1 Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Rapat dengar pendapat yang dilaksanakan secara terbuka itu, dipimpin Bambang Haryadi, S.E . Dalam kesempatan itu, Hendrik Sitompul menyampaikan sejumlah pertanyaan dan beberapa komentar.

Hendrik mempertanyakan, apa benar pemerintah yang membuat regulasi, sudah paham karakter anak bangsa ini. “Karena suatu produk yang diminati, yang disukai dan yang digunakan oleh masyarakat, pasti berkaitan erat dengan kebutuhannya,” kata Hendrik.

Untuk itu, lanjut Hendrik, karakternya, kebiasaannya, budayanya dan mungkin trend. Ini harus jadi pertimbangan pemerintah dalam membuat regulasi.

Hendrik mencontohkan, keberadaan mobil listrik, yang perlu disesuaikan, karena setiap wilayah Indonesia memiliki topografis masing-masing.

Selanjutnya, Hendrik mempertanyakan,  sejauh mana penelitian dari Dirjen Ilmate kepada karakter anak bangsa. “Apakah penggunaan kompor induksi ini, sudah sesuai kebutuhan untuk memasak. Menurut saya kompor induksi ini lebih layak digunakan di apartemen dan tidak memberi manfaat untuk masyarakat kebanyakan,” kata Hendrik.

Kompor induksi, lanjut Hrndrik, tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, karena  cukup banyak menu masakan. Kompor LPG 3 kg kata Hendrik, malah lebih pas digunakan karena dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dan justru semakin lama semakin bertambah peminatnya.

Begitupun kata Hendrik, Jika sudah mulai memproduksi produk kompor gas, titik-titik maintenance dan distribusi suku cadang perlu sudah dijalankan.

Hal ini penting agar memudahkan para pengguna kompor induksi untuk memperbaiki kerusakan atau mengganti suku cadang produk tersebut. Trend suku cadang produk yang berkaitan dengan listrik sepertinya impor semua.

“Seharusnya kita siapkan di dalam negeri sekian persen dan sisanya baru impor. Jangan sampai terjadi kerusakan, tidak jelas arahnya seperti apa,” tegas Hendrik.

Hendrik mengakui, di daerah pemilihan (dapil) Sumut I yang meliputi daerah Kota Medan, Deli Serdang, Sergai dan Tebing Tinggi masih banyak ketakutan masyarakat menggunakan produk produk yang berkaitan dengan listrik. “Padahal sebenarnya, mungkin lebih nyaman. Kebiasaan seperti ini tentunya bisa diperhatikan untuk membuat regulasinya,” kata Hendrik.(cno)