RDP Komisi VII DPR RI Bahas Progres PT SGAR, Hendrik Sitompul Pertanyakan Kepedulian Kementrian BUMN

by

GEOSIAR.COM, JAKARTA,- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik H Sitompul MM menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan MIND ID, Dirut PT Inalum (Persero), Dirut PT Antam, Dirut PT Pembangunan Perumahan, Dirut PT Borneo Alumina Indonesia membahas tindaklanjut progres penyelesaian pembangunan smelter PT Borneo Alumina Indonesia, di ruang rapat Komisi VII Gedung Nusantara I Lantai I Jakarta,  Selasa (20/9/2022.).

Rapat yang dipimpin Maman Abdurrahman, S.T, pada kesempatan itu, Anggota DPR RI Komisi VIi Hendrik Sitompul menyampaikan sejumlah pertanyaan, khususnya kepada MIND ID dan Progres penyelesaian masalah PT SGAR.

“Pertanyaan saya dikhususkan untuk Mining Industry Indonesia (MIND ID) bahwa disampaikan tadi Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah ini akan diputuskan bulan oktober.

Saya meyakini MIND ID sudah melaporkan ini kepada kementerian BUMN terkait kondisi yang dialami di PT Pembangunan Perumahan (Persero), China Aluminium International Engineering Corporation Ltd (Chalieco) dan akibat-akibatnya,” kata Hendrik.

Selanjutnya, Hendrik juga mempertanyakan kepedulian Kementerian BUMN. “Kami mau dengar juga apa detailnya rekomendasi dari kementerian BUMN. Apakah kementerian BUMN menganggap kerugian atas proyek ini biasa-biasa saja dan kemudian tidak menjadi perhatian di kementerian ataukah ada hal lain? Padahal sudah sekian bulan ini project ini tidak berjalan baik,” tegas Hendrik.

Semestinya, lanjut Hendrik, sudah ada evaluasi setiap bulannya. Tetapi kenapa setiap bulan tidak dieksekusi padahal ada keterlibatan BUMN seperti PT PP dan MIND ID dalam proyek ini.

“Kelihatan mengulur waktu seperti ini maka dianggap biasa saja. Kita pingin tahu juga rekomendasi dari Kementerian BUMN dalam kasus seperti ini yang mandek dan molor pelaksanaan di lapangan, baik problem dari PT PP dan Chalieco sebagai pelaksana proyek dan MIND ID sebagai pemilik proyek,” jelas Hendrik.

PROYEK SGAR

Melalui RDP itu, Sebelumnya dijelaskan bahwa, Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah Pembangunan pabrik SGAR merupakan salah satu proyek sinergi di dalam lingkup Holding Industri Pertambangan.

Proyek ini dilakukan secara bertahap dengan kapasitas pabrik tahap qpertama sebesar 1 juta ton SGA per tahun.

Pengembangan Proyek SGAR Mempawah dilakukan melalui kerja sama ANTAM dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) melalui entitas asosiasi, PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI).

Proyek strategis ini akan menjadi bagian dari kegiatan hilirisasi ANTAM guna mengolah sumber daya dan cadangan mineral bauksit yang dimiliki oleh Perusahaan.

Melalui proyek SGAR ini, Inalum akan memperoleh pasokan bahan baku untuk pabrik peleburan aluminium dari sumber dalam negeri sehingga dapat mengurangi proporsi material bahan baku impor alumina serta menghemat devisa.

Selain itu pelaksanaan Proyek SGAR merupakan bagian dari upaya melaksanakan salah satu mandat Holding Industri Pertambangan, yakni mendorong hilirisasi produk tambang.

Pada tahun 2019, telah dilaksanakan pencanangan Pembangunan Pabrik (SGAR) di Desa Bukit Batu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Selain itu pada tahun 2019, Bankable Feasibility Study (BFS) terkait pengembangan tambang (Mining infrastructure) telah selesai dikerjakan serta beberapa aktivitas persiapan proyek terus dilanjutkan antara lain proses persiapan lahan, skema persiapan pendanaan serta proses terkait dengan persiapan aspek EPC (Engineering, Procurement & Construction) proyek.

Pada tahun 2020, proyek SGAR Mempawah telah memasuki fase konstruksi proyek. Beberapa aktivitas persiapan fisik pembangunan pabrik intensif dilakukan diantaranya kegiatan soil investigation, topography, land clearing, land levelling, pembukaan akses jalan dari pabrik ke pelabuhan dan pembangunan fasilitas kantor proyek serta pilot test coal gasification plant. Di samping pekerjaan fisik tersebut, juga dilakukan pembuatan Basic Engineering Design pabrik yang melingkupi seluruh fasilitas utama dan pendukung yang dibutuhkan.

Direncanakan proses pembangunan Pabrik SGAR tahap 1 berkapasitas 1 juta ton SGA dapat diselesaikan pada tahun 2023.(cno/red)