Polres Sergai Ringkus Pelaku Pemilik Senjata Api Rakitan

by

GEOSIAR.COM, SERGAI,- Polres Serdangbedagai (Sergai) berhasil meringkus Ade Efin Pratama Lubis (37) warga Gang Belimbing Lingkungan Manggis Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan dan Riki Julianda (36) warga Desa Seirotan, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, pelaku pemilik senjata api rakitan.

Kapolres Sergai AKBP Dr Ali Machfud didampingi Kapolsek Perbaungan AKP M Pandiangan pada pers relase di Mapolres Sergai, Senin (19/9/2022) mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari upaya pengungkapan kasus dugaan tindak pidana penggelapan sepeda motor.

“Pelaku Ade Efin Pratama Lubis sudah pernah dipenjara sebanyak 5 kali atas kasus pencurian dan penggelapan,” ujar Kapolres.

Lanjut Kapolres, berdasarkan informasi yang diperoleh, Tim Opsnal Polsek Perbaungan dipimpin Kanit Reskrim Ipda Zulfan Ahmadi, Kamis (15/9/2022) melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Dusun II, Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan, dimana pelaku Ade diduga bersembunyi.

Saat melakukan penggeledahan, di dalam kamar rumah, Tim Opsnal Aiptu Hairullah Damanik dan Briptu Ricy S Ginting memeriksa asbes, dimana tersangka Ade langsung melakukan penembakan ke arah Aiptu Hairullah dan mengenai helm tactical dinas. Akibatnya, Aiptu Hairullah mengalami luka pada bagian mata sebelah kiri, luka bakar pada kening.

“Atas kesigapan personel, pelaku Ade berhasil ditangkap berikut satu pucuk senjata api rakitan, satu butir selongsong peluru dan satu butir peluru aktif,” sebut Kapolres.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Ade mengakui senjata api rakitan dengan peluru diperoleh dari Riki Julianda sekitar Mei 2022. Selanjutnya, Minggu (18/9/2022), Riki berhasil diringkus di jalan Medan – Batang Kuis, tepatnya di Dusun III, Desa Seirotan, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku saat ini ditahan di Mapolres Sergai. Kepada pelaku dipersangkapan pasal 1 ayat 1 UU RI No 21 tahun 1951, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun,” tutup Kapolres AKBP Dr Ali Machfud. (LS)