Harga BBM Naik, Pembeli Sepi di Pasar Padang Bulan

by

GEOSIAR.COM MEDAN,- Setelah Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi untuk Pertalite, Solar dan Pertamax sejak tanggal 3 September 2022, hal ini sangat berpengaruh kepada masyarakat khususnya golongan menengah ke bawah. Ditambah lagi situasi sebelum kenaikan harga BBM, masyarakat baru mengalami masa pandemi covid 19 yang mengakibatkan perekonomian dimasyarakat terpuruk.

Pantauan Geosiar.com di Pasar Padang Bulan Medan pada hari ini, Senin (19/9/2022) dimana harga mengalami fluktuasi naik turun.

Harga cabai merah mengalami penurunan menjadi Rp.55.000,- per Kilogram dari sebelumnya sebesar Rp,80.000,- per Kilogram. Harga tomat mengalami kenaikan harga dari Rp.8.000,- per Kilogram menjadi Rp.10.000,- per Kilogram. Sedangkan harga bawang merah tetap stabil sebesar Rp.32.000,- per Kilogram.

“Walaupun harga cabai turun, pembeli sepi dan daya beli masyarakat tidak ada karena tidak ada uang,” ucap Mikael pedagang cabai.

Untuk harga ikan-ikan yang dipasok dari laut tidak ada mengalami kenaikan harga, karena dalam seminggu ini ikan banyak dipasok oleh pengepul ikan yang dari nelayan. “Biasanya kalau banyak ikan masuk dari nelayan, harga tidak naik. Tetapi bila ikan sedikit masuk dari nelayan, maka harga akan naik. Hanya biaya transportasi yang bertambah dengan adanya kenaikan harga BBM ini, khususnya biaya transportasi anak sekolah setiap hari,” ungkap Naomi salah satu penjual ikan hasil laut.

Untuk telur ayam, tidak ada mengalami kenaikan harga, malah terjadi penurunan harga.

“Minggu lalu memang terjadi kenaikan harga telur akibat kenaikan harga BBM dan sempat Rp.2.000,- per butir. Hanya saat ini terjadi sedikit penurunan harga. Saat oni harga telur masih tinggi disebabkan oleh kurangnya pasokan dari peternak dan masih tingginya harga pakan makanan ayam,” ungkap Sandoroki salah satu penjual telur ayam.

Untuk harga jual daging ayam potong tidak stabil atau naik turun. “Hanya daya beli masyarakat yang kurang atau tidak ada, walaupun harga daging ayam potong sudah mengalami penurunan menjadi Rp.28.000,- per Kilogram dari sebelumnya sebesar Rp.32.000,-per Kilogram,” ungkap Abel penjual ayam potong.

Untuk harga daging sapi di pasaran sudah mengalami kenaikan sebelum adanya kenaikan harga BBM yakni sebesar Rp.135.000,- per Kilogram sampai dengan sekarang.

“Peminat daging sapi saat ini tidak ada, karena sebelum naiknya harga BBM, keuangan masyarakat sudah sulit, apalagi diperparah dengan adanya kenaikan harga BBM ini sehingga masyarakat semakin sulit untuk membeli daging sapi,” papar Andre salah satu penjual daging sapi.

Akhirnya masyarakat menghimbau kepada Pemerintah untuk meninjau ulang kembali keputusan Pemerintah dalam menaikkan harga BBM mengingat masyarakat Indonesia baru saja mengalami pandemi covid 19.(Cw1/red)