Festival Kue Bulan, Arman Chandra : Kedepan Harus Dimasukkan Dalam Acara Tahunan Pariwisata

by

GEOSIAR.COM, MEDAN,- Moocake Festival atau Festival Kue Bulan merupakan perayaan penting kedua di bagi orang Tionghoa setelah tahun baru Imlek. Tahun ini, Mooncake Festival jatuh pada 10 September 2022.

Festival ini diadakan untuk merayakan dimusim panen beras dan buah. Upacara perayaan ditujukan sebagai bentuk rasa syukur atas panen tahun ini dan permohonan agar panen dapat berjalan dengan baik di tahun yang akan datang.

Festival ini dipercaya telah berlangsung selama lebih dari seribu tahun, sejak pertama kali ditetapkan sebagai hari libur di Dinasti Song (960-1279).

Tampak hadir dalam acara Moon Cake Festival dan HUT Tay Seng Hudco di Yayasan Vihara Kemala Dvipa, Kel. Labuhan Deli, Kab. Deli Serdang, Minggu (11/09/2022) Pembina Umat Buddha Sumut Budi Sulistiyo, Ketua Umum Walubi Sumut Brilian Mucktar, Pelaksana Harian Walubi Sumut Arman Chandra, Sekretaris Walubi Medan Ridwan, Tokoh Pemuda Johan Toh dan Tokoh Masyarakat serta Forkopimda Deli Serdang.

Arman Chandra yang juga Ketua KADIN Medan menjelaskan “Simbol dari festival pertengahan musim gugur ini adalah bulan. Bulan merupakan simbol besar festival yang didasari oleh orang-orang yang masih menyembah bulan di beberapa tempat. Simbol lain yang digunakan dalam festival ini adalah kelinci giok”.

Kemudian Ketua KADIN Medan juga mengapresiasi Bazar yang dilakukan dalam rangka Festival Mooncake yang diadakan oleh Yayasan Vihara Kemala Dvipa.

“Tentunya tidak mudah melaksanakan bazar dalam situasi pasca pandemi ini namun dengan ketekunan dan gandengan tangan semua relawan yang terlibat, baik yang di lapangan maupun di belakang layar, Bazar Kue Bulan yang sudah dirindukan ini pun berjalan dengan lancar.” Ujar Alumni Lemhannas RI ini.

Acara Festival Mooncake ke depan harus dimasukkan dalam acara tahunan pariwisata untuk memikat turis lokal maupun internasional, dibarengi dengan acara lampion dan bazar UMKM guna ketahanan ekonomi” pungkas Arman.(red/rel)