Antisipasi Cacar Monyet, Kadis Kesehatan Medan Terbitkan Surat Edaran

by

GEOSIAR.COM, MEDAN,- Cacar monyet (monkeyfox) merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh virus, dan ditularkan pada manusia melalui hewan, terutama dikawadan Afrika Tengah dan Barat.

Sampai saat ini belum ada perawatan atau vaksin khusus untuk menyembuhkan pasien yang terkena cacar monyet. Akan tetapi pengidap cacar monyet tetap bisa sembuh, karena kemungkinan untuk meninggal kecil sekali. Namun dengan catatan melakukan perawatan dengan menjaga cairan di dalam tubuh tetap terjaga, nutrisi harus seimbang, dan bagaimana mengurangi rasa nyeri, serta menurunkan suhu tubuh. Kematian bisa saja terjadi kalau pasien tidak mendapat perawatan seperti yang disebutkan diatas.

Adapun gejala-gejala penderita cacar monyet (monkeyfox) adalah ruam pada kulit, demam, sakit kepala parah, Lymphadenopathy (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot (Myalgia), kurangnya energi (Asthenia). Biasanya gejala ini berlangsung selama 5 hari.

Tanda-tanda pengidap cacar monyet adalah terjadinya erupsi kulit, dimana ruam mulai muncul dari area wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam tersebut menghilang.

Penyebaran cacar monyet (monkeyfox) lewat kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada tubuh seseorang yang terkena cacar monyet, atau melalui kontak langsung dengan bahan yang menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau benda lainnya.

Di Indonesia telah ditemukan 1 kasus cacar monyet di wilayah DKI Jakarta. Penderita cacar monyet tersebut adalah seorang laki-laki berusia 77 tahun dan dianya terkonfirmasi terkena sakit cacar monyet, karena telah memiliki riwayat perjalanan luar negeri. Berkat kesigapan dan antisipasi dari dinas kesehatan, maka pasien cacar monyet tersebut sudah berangsut-angsur pulih kesehatannya.

Kadis kesehatan Kota Medan Dr.Taufik Ririansyah menegaskan bahwa dalam rangka mengantisipasi penyakit cacar monyet yang telah mewabah diseluruh dunia, dalam hal ini Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Kesehatan telah membuat surat edaran kepada seluruh Direktur Rumah Sakit Se-Kota Medan dengan surat Nomor : 440/308.40/VIII/2022 tertanggal 23 Agustus 2022 dan kepada seluruh Kepala Puskesmas Se-Kota Medan dengan surat Nomor : 440.380.41/VIII/2022 tertanggal 23 Agustus 2022 untuk melakukan peningkatan kewaspadaan penyakit cacar monyet di kota Medan. Hal ini diutarakan Kadis diruang kerjanya di Jalan Rotan Komplek Petisah, Senin (5/9/2022).

“Untuk kota Medan, apakah cacar monyet sudah ada terindikasi terkena pada masyarakatnya?”, tanya Geosiar.com.

” Belum ada, untuk saat ini belum ada. Tapi kita berharap tidak ada. Dan kita telah mengeluarkan surat edaran yang kita teruskan dari Dinas Kesehatan Provinsi agar melaksanakan waspada terhadap cacar monyet. Melalui surat edaran itulah masyarakat diingatkan agar waspada dan dapat terhindar dari penularan cacar monyet tersebut. Kami juga sudah meneruskan surat ini ke semua Direktur Rumah Sakit agar siaga dan waspada akan penyebaran cacar monyet ini,” papar Taufik.

“Untuk mengantisipasi penyakit cacar monyet ini di kota Medan, apakah sudah ada persediaan vaksin di Dinas Kesehatan Medan?”,tanya Geosiar.com.

” Untuk vaksin cacar sudah ada, tapi untuk vaksin cacar monyet khususnya belum ada. Kita lihat dulu, biasanya ada perbedaan dan campak itu hampir sama dengan cacar monyet. Mudah-mudahan penyakit cacar monyet tidak ada di kota Medan,”jawab Taufik.

Kadis juga menghimbau kepada masyarakat kota Medan agar tetap melaksanakan protokol kesehatan, tetap menjaga kebersihan dan selalu waspada serta mengikuti arahan dari Dinas Kesehatan baik melalui dokter, perawat maupun tim medis lainnya agar terhindar dari penyakit cacar monyet.(Cw1/red)