RDP Komisi VII dengan Dirjen EBTE dan ESDM RI, Hendrik Sitompul : Diberi Sanksi Tegas Perusahaan yang Lalai

by

GEOSIAR.COM, JAKARTA,- Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik H Sitompul MM, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM RI, menghadirkan Dirut PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Gedung DPR RI lantai I, Jakarta, Senin (22/8/2022).

RDP yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VII Maman Abdurrahman,S.T. dari Fraksi Partai Golkar itu, membahas Progres Penanganan
Pasca Semburan Liar (Blow Out) pada
Pengeboran Sumur SMP T-12 PT SMGP.

Pada kesempatan itu, Hendrik Sitompul menilai, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) perhatian terhadap lingkungan masih kurang, karena setelah ada kejadian baru diperhatikan.

“Saya melihat dari beberapa kejadian, bahwa perhatian PT SMGP terhadap lingkungan ada setelah kasus terjadi. Ini sangat bertentangan dengan prosedur investasi yang ada,” tegas Hendrik.

Seharusnya, lanjut Hendrik, analisis dampak lingkungan (Amdal) terlebih dahulu dan baru mulai membangunnya. “Ini penting untuk mengantisipasi tidak memberi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya apabila ada kejadian kebocoran gas seperti di PT SMGP..” kata Hendrik.

Sementara itu, kepada EBTKE Hendrik berharap agar diberi sanksi tegas kepada perusahaan yang lalai. “Saya berharap EBTKE untuk memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang lalai dan menimbulkan masalah dengan mencabut izin pengeboran gas di Sorik Marapi, Kab. Mandailing Natal,” tegas Hendrik.

Selain itu, kata Hendrik, perlu koordinasi dan laporan secara periodik kinerja perusahaan kepada Dirjen EBTKE, Kementerian ESDM.

Perlu diketahui, kejadian blow out dijelaskan, bermula pada Pukul 06.30 WIB s.d. 08.30 WIB melanjutkan pengeboran dari kedalaman
366 mKU. Ketika mencapai kedalaman 370 mKU, terjadi semburan liar (blow out) yang mengeluarkan material fluida panas dan bertekanan serta
diikuti dengan keluarnya gas H2S Minggu, 24 April 2022 08.30.

SMGP melanjutkan prosedur tanggap darurat, mengamankan lokasi dan tetap menginjeksikan air agar sumur tetap dingin
Pelaksanaan prosedur tanggap darurat.

Selanjutnya dilaporkan hasil Investigasi Kementerian ESDM diantaranya, 1 rekomendasi lainnya dalam proses penyeselaian dengan batas waktu 90 hari.

2. Komitmen PT SMGP untuk meningkatkan kompetensi Tim drilling:
a. Kerjasama dengan PT Scientific Drilling International (SDI)
Indonesia dengan menempatkan expert Sdr. Bambang
Roesdiyoko sebagai General Manager Drilling PT SMGP;

b. Kerjasama dengan Geothermal Resource Group (GRG) dari
Amerika Serikat dengan menempatkan 3 orang expert drilling
engineer: Sami Atalay, William Rickard, dan Ernesto Rivas;

c. Kerjasama dengan HS Orka dan Iceland Drilling Company dengan menempatkan 2 orang expert drilling HSE: Birgir
Birgisson dan Nuno Santo Amaro;

d. Seluruh Tim expert tersebut telah berada di Indonesia dan
bekerja melakukan work over;

e. Melakukan audit K3LL dengan menunjuk PT Kualifikasi Migas
Indonesia (KMI); dan

f. Mereorganisasi struktur perusahaan dengan membentuk Divisi
HSE Corporate secara permanen untuk memperkuat fungsi
K3LL panas bumi.

3. Menyusun program kerja Work Over (WO) Sumur T-11 dan telah
dievaluasi oleh Kementerian ESDM. Target WO selesai tgl 28
Agustus.

4. PT SMGP telah menindaklanjuti 14 rekomendasi dari Pemda
Mandailing Natal untk menjaga stabilitas dan kondusivitas masyrakat sekitar area operasi.(cno).