Jamsostek Sidimpuan Teken Perpanjangan MoU dengan Kejari Tapsel:

by

GEOSIAR.COM, PADANG SIDEMPUAN,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidimpuan bakal membidik dan menempuh jalur hukum bagi perusahaan yang dinilai kerap mengabaikan kewajiban Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) sebagaimana diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Badan Usaha diwajibkan untuk patuh mendaftarkan tenaga kerja dalam program jamsostek dan membayarkan iuran kepada kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Apabila terbukti tidak patuh maka dapat dikenakan sanksi berupa sanksi administrasi dan sanksi pidana.

Sanksi administrasi dimulai dari yang paling rendah berupa teguran tertulis, sanksi denda, hingga sanksi tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu atau TMP2T.

Sementara sanksi pidananya berupa penjara maksimal 8 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Pada 12 Kabupaten Kota (Tabagsel, Tabagteng dan Kepulauan Nias) yang merupakan daerah operasional BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidempuan, kerap ditemukan pelanggaran Jamsostek.

Pelanggaran berupa tidak mendaftarkan seluruh atau sebagian karyawan jadi peserta Jamsostek.

Lantaran tidak melaporkan jumlah tenaga kerja secara benar, tidak membayar kewajiban iuran tepat waktu, melaporkan upah namun tidak sesuai dengan penghasilan, mendaftar tetapi hanya sebagian program, berpotensi bidikan kejaksaan.

“Wanprestasi dan pelanggaran ini dapat bermuara kepada penegakan hukum. Kami himbau agar pemberi kerja mematuhi peraturan jamsostek sebagaimana ketentuan yang berlaku,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan Antoni Setiawan, S.H., M.H didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidimpuan Dr. Sanco Simanullang, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng selepas penandatangan perpanjangan Perjanjian Kerjasama (Memorandum of Understanding) dengan Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan.

Dihadiri Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Puryama Harefa, S.H., Petugas Pengawasan dan Pemeriksa Jamsostek Sidimpuan Muhammad Faisal Rizky dan Petugas Pemasaran Apri Tantri Hutagaol, kegiatan dilakukan dikantor Kejari Tapsel di Sipirok, senin (15/08/2022) sebagaimana keterangan tertulisnya, selasa(16/08/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan Antoni Setiawan, S.H., M.H mengutarakan tugas dan wewenang kejaksaan yaitu melakukan penegakan hukum, bantuan hukum, pelayanan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lainnya.

“Guna menyelamatkan kekayaan negara dan menegakkan kewibawaan pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung RI terutama Instansi pemerintah dan Negara dan BUMN/BUMD. Kita siap ,” tandas Antoni.

Antoni mengungapkan, pihaknya menyambut baik perpanjangan kerjasama MoU Jamsostek, dan akan menindaklanjuti pengawasan dan kepatuhan perusahaan dalam membayar iuran dan kewajiban pendaftaran guna terlaksananya program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Tugas itu merupakan bagian penegakan hukum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Kami berkomitmen untuk optimalisasi perlindungan pekerja dalam BPJS Ketenagakerjaan,” imbuh Kejari Tapsel.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidempuan Sanco Simanullang mengungkapkan BPJS Ketenagakerjaan merupakan Badan Hukum Publik yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang bertugas menyelenggarakan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Kerjasama dengan Kejaksaan, sebut Sanco, karena Kejaksaan memiliki kedudukan menjalankan tugas dan kewenangan dalam bidang perdata dan tata usaha negara serta tugas dan fungsi lainnya berdasarkan Undang – Undang.

”MoU ini untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam bidang perdata dan tata usaha negara dan juga untuk meningkatkan efektifitas penanganan dan/atau penyelesaian masalah hukum dalam bidang perdata dan tata usaha negara, baik di dalam maupun di luar pengadilan terutama kasus pelanggaran jamsostek,” tambahnya .

Pemberian Bantuan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam perkara perdata maupun tata usaha negara, beber Sanco, adalah untuk mewakili BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK), baik sebagai Penggugat maupun sebagai Tergugat yang dilakukan secara litigasi maupun non litigasi.

*Badan Usaha Tunggak Iuran Jamsostek*

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidempuan Sanco Simanullang melalui Petugas Pengawasan dan Pemeriksa, M Faisal Rizky mengungkapkan sebanyak 53 Pemberi Kerja Badan Usaha menunggak iuran jamostek dengan total tunggakan iuran senilai Rp 546.145.079,-

“13 Badan Usaha diantaranya berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan nilai tunggakan sebesar Rp 102.897.635,-“ pungkas Rizky.

Ditambahkan, secara perdata dihimbau agar perusahaan dimaksud dapat secara sadar dan sukarela melunasi kewajiban tunggakan.

Sedangkan sanksi pidana, dapat menjerat perusahaan lantaran tidak melaksanakan tanggung jawab dalam membayar iuran jaminan sosial tenaga kerja bagi pekerjanya.

“Namun kita akan terus mengedepankan persuasi dan non litigasi , dengan harapan Pemberi Kerja berkenan menyelesaikan tunggakan iuran jamsostek,” tutup Rizky. (red/rel)