Ternak Ditemukan, Anton Pandiangan Ucapkan Terima Kasih Kepada Kapoldasu dan Kapolres Samosir

by

GEOSIAR.COM, SAMOSIR – Luar biasa kinerja Kapolres Samosir dan Jajarannya, setelah 10 hari berlalu mengungkap kasus pembunuhan Pasutri dan menangkap bandar narkoba, Polres Samosir dengan gemilang kembali ungkap kasus pencurian ternak, meringkus pengedar narkoba dan menertibkan pengendara knalpot blong.

Hal tersebut terungkap dalam press release Polres Samosir yang dipimpin Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon, SH, MH dengan merilis pelaku beserta 4 ekor ternak kerbau curian di Mapolres Samosir, Rabu (3/8/2022).

Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon mengatakan, “Sebelum saya di sini pencurian kerbau memang sudah marak, namun jarang bisa terungkap dikarenakan kita susah mengenali ternak kerbau yang hilang. Karena kerbau ini tidak punya ciri khusus dan lain-lain,” ujar Kapolres Samosir.

Polres Samosir sudah berupaya mengungkap kasus pencurian kerbau. Dan, masih gagal lagi-lagi dikarenakan tidak ada ciri khusus yang menjadi petunjuk proses pengungkapan.

Beruntung bagi pemilik kerbau, Polres Samosir baru – baru ini berhasil mengungkap pencurian ternaknya. Penangkapan terhadap pelaku pencurian beserta pengamanan barang bukti itu dilakukan pada Sabtu 30 Juli 2022 Pukul 04.00 Subuh.

Dipimpin Ipda Fajri Lubis Kanit Reskrim Polres Samosir selama 2 hari pengembangan SP (31) berhasil menangkap pelaku bersama rekannya setelah mencuri kerbau di Pasar Lurus Desa Garoga Kecamatan Simanindo.

1 (satu) ekor ternak kerbau curian itu sudah berada di dalam satu unit mobil pick up Grand Max. Saat itu, pengemudi tidak lagi ditemukan di dalam mobilnya dan sempat melarikan diri.

Tak mau kecolongan, Personel Polsek Simanindo dibantu Tim Anti Begu Sat Reskrim Polres Samosir langsung melakukan penyelidikan. Upaya pencarian pun langsung dilakukan. Setelah dilakukan penyelidikan, Reskrim Polres Samosir pun berhasil mendeteksi.

“Kita berhasil mendeteksi bahwa ada seorang yang diduga tersangka inisial SP yang berhasil ditemukan oleh anggota,” ungkap Josua Tampubolon.

Kepada polisi, SP pelaku pencurian tidak langsung mengakui tindakan pencurian yang melibatkan dirinya. Setelah diinterogasi lebih mendalam, pada akhirnya SP mengakui tindakannya dan tidak dilakukan seorang diri. SP mengaku mencuri bersana RD (32) rekannya.

SP dan RD menyebut pada Sabtu lalu menargetkan dua kerbau yang hendak dicuri. 1 (satu) kerbau belum sempat dinaikkan ke dalam kendaraan. Dua kerbau betina tersebut masing-masing milik Tiomar Silalahi Ardiaman Rumahorbo warga Garoga Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir.

Kemudian, Polres Samosir kata AKBP Josua Tampubolon melakukan pengecekan TKP berdasarkan LP lainnya.

Berdasarkan pengecekan ada LP pencurian kerbau 23 Juli 2022 oleh pemilik kerbau Anto Pandiangan warga Desa Mogang Parlombuan Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir.

Kerbau milik Anton Pandiangan yang dicuri SP dan RD pun kini berhasil diamankan Reskrim Polres Samosir dan akan dititip rawat sesuai permohonan pemilik sambil menunggu pemberkasan untuk Kejaksaan.

Pencurian kerbau di Mogang dilakukan pada 2 Juli 2022. Namun ini juga masih kami dalami TKP nya dimana saja. Dan menurut mereka, penjualan 1 ekor kerbau ini kepada si Penampung ini, berkisar 8 -10 juta rupiah”, terang Josua Tampubolon.

Dari keterangan tersangka, kata Josua, dalam menjalankan aksinya para tersangka telah membagi masing-masing tugas yakni tersangka SP berperan sebagai orang yang mengemudikan mobil pick up, sementara tersangka DR berperan sebagai orang yang menarik kerbau ke dalam mobil.

“Kebiasaan Mereka mencuri kerbau pada jam 3 – 4 pagi, karena masyarakat di jam itu tidak ada”, jelasnya

Nah ketika berhasil, lanjut Josua, para tersangka langsung membawa kerbau kepada seorang penampung inisial AF di Delitua. Dan sudah kita amankan”, jelasnya.

Masih menurut Josua Tampubolon, setelah itu pihaknya langsung melakukan pengembangan ke Medan pada hari itu juga.

“Dan puji Tuhan setelah dipancing, penampungnya keluar, mereka transaksi kemudian ditangkap,” ujar Josua Tampubolon menuturkan.

Dalam aksinya, direncanakan kerbau curian ini dibawa ke penampung inisial AH di Rumah Potong Hewan (RPH) Mabar Kecamatan Medan Deli.

Kepada SP, AH menjanjikan akan menampung kerbau curian yang harga berdasarkan besar kecilnya kerbau. Akan tetapi, AH menampung dengan harga miring demi keuntungannya.

Kapolres Samosir AKBP Josua menyampaikan, berdasarkan interogasi penyidik SP mengakui sudah melakukan pencurian kerbau dari Samosir sebanyak 8 kali.

“Jadi, keterangan dari tersangka bahwa mereka sudah melakukan pencurian kerbau ini sebanyak 8 kali,” urai AKBP Josua Tampubolon.

Untuk jumlah kerbau yang dicuri, saat ini Polres masih melakukan penyelidikan lebih jauh demi data yang pasti. Begitu pun, kata Josua pencurian telah dilakukan sejak 2021 oleh tersangka.

“Untuk jumlah kerbau kita masih dalami, karena penampung HF ini setelah menampung langsung memotong di RPH. Jadi, kita masih mendalami dan belum langsung percaya, apakah ada kerbau yang dipelihara. Semua masih kita lakukan pendalaman,” terang AKBP Josua.

Anto Pandiangan asal Desa Pallombuan Kecamatan Palipi yang merupakan salah satu pemilik ternak yang kecurian mengaku lega atas pengungkapan kasus pencurian ternak tersebut.

Pandiangan berterus terang bahwa, “ternak kerbau tersebut merupakan biaya untuk menyambung hidup dalam menyekolahkan anak – anak mereka”, terangnya.

Saya Anto Pandiangan mengucapkan terimaksih kepada Kapolda Sumut, bapak Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon, yang telah mengungkap dan menangkap pelaku dan kerbau kami yang dicuri di Samosir dalam tempo yang singkat dan tak begitu lama,” ungkapnya penuh haru.(SS).