Jelang 2024, ISKA Harus Bebas Kepentingan Politik Praktis

by

GEOSIAR.COM, JAKARTA,– Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) menegaskan akan tetap berdiri sebagai organisasi yang bebas dari kepentingan politik praktis menjelang tahun politik 2024.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Pusat ISKA periode 2022-2026 Luky Yusgiantoro dalam acara Pengukuhan Presidium Pusat Periode 2022-2026, Minggu (31/7/2022

“Terkait jelang tahun politik 2024, kami harus tetap berdiri sebagai organisasi yang bebas dari kepentingan politik praktis,” kata Luky Yusgiantoro.

Setiap kader ISKA, lanjut Luky, diharapkan dapat selalu berdiri sama tinggi dan menjunjung proses politik yang bermartabat. Kader ISKA yang menduduki posisi atau jabatan di eksekutif, legislatif, dan yudikatif akan mengedepankan prinsip melayani atau servant leadership serta mengedepankan integritas dan profesionalisme.

Luky menerangkan, ISKA merupakan organisasi cendekiawan kemasyarakatan di bawah supervisi Konferensi Waligereja Indonesia yang memiliki lebih dari 150 dewan pengurus cabang (DPC) di Indonesia.
“ISKA terdiri dari kata ikatan yang dapat diartikan bahwa dalam kehidupan kita sehari-harinya kita mengikat diri kita dengan Tuhan Yang Mahaesa dan juga dengan komunitas di sekitar kita,” ujar Luky Yusgiantoro.

Kata kedua, lanjut Luky, adalah sarjana. Menurutnya, sarjana tidak diartikan secara harfiah ditujukan untuk seseorang yang memiliki diploma Strata 1, strata 2 maupun strata 3. Namun lebih ditujukan untuk mengingatkan seorang sarjana adalah makhluk hidup yang diciptakan Tuhan dengan memiliki akal sehat dan perasaan.
Dua kata terakhir yaitu Katolik Indonesia, kata Luky, dapat diartikan yang dapat bergerak cepat di tengah globalisasi dan perubahan pola kehidupan di Indonesia yang sangat heterogen.

“Maka wujud nyata merawat kebangsaan itu adalah melalui cara menjunjung tinggi martabat kemanusiaan itu sendiri. Kesetaraan juga harus diterjemahkan bahwa seluruh masyarakat Indonesia berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah,” terang Luky Yusgiantoro.

Tentu saja, sambung Luky, ISKA tidak akan dan tidak dapat bekerja sendiri untuk menjalankan visi misi dalam kolaborasi dengan jejaring Ikatan Sarjana Katolik, baik itu dalam lingkup internal atau lintas agama, birokrat bahkan dengan organisasi di level internasional.

“Jejaring tersebut akan menjadi modal dasar Iska untuk bergerak menjabarkan tema besar itu dalam program nyata yang berdampak bagi gereja dan bangsa kita,” jelas Luky Yusgiantoro.

Dalam acara yang sama, Ketua Presidium Pusat periode 2017-2022 Hargo Mandirahardjo mengatakan ISKA sebagai rumah bersama bagi sarjana dan cendekiawan Katolik Indonesia yang memegang teguh rasa kebangsaan dan keindonesiaan, spirit intelektual serta iman Katolik.

ISKA menjadi perutusan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan terus membangun solidaritas tanpa sekat, merawat komitmen kebangsaan, menjunjung martabat kmanusiaan dan kesetaraan.

“Keterpanggilan kita dalam berorganisasi sebenarnya adalah keterpanggilan kita untuk melayani gereja, dan negara dengan berbagai potensi intelektual dan profesi yang kita miliki masing-masing,” papar Hargo Mandirahardjo.(red/rel)