Polemik Buku PPKN Kelas 7

by

GEOSIAR.COM – Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) SMP kelas VII halaman 79,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2021, menjadi polemik dan dibanjiri kritikan masyatakat akibat kesalahan pemahaman dan penjelasan “Trinitas” dalam keterangan agama Kristen Protestan dan Katolik.

Kritik yang dimaksud yaitu pada isi buku yang menyatakan tentang Kristen Protestan mulai berkembang setelah kedatangan bangsa-bangsa Eropa, terutama Belanda dan Inggris, sekitar Abad ke-17. Tuhannya yakni Allah, Bunda Maria, dan Yesus Kristus sebagai tuga yang tunggal atau Trinitas. Injil menjadi Kitab Sucinya. Umat Kristen wajib beribadah setiap akhir pekan di gereja masing-masing.

Kemudian pada penjelasan mengenai Katolik, Agama Katolik berkembang bersama dengan kedatangan bangsa Spanyol dan Portugis di abad ke-16. Tuhannya sama dengan Kristen Protestan, Yakni Trinitas Allah, Bunda Maria, dan Yesus Kristus. Kitab Sucinya juga Injil. Dengan peribadatan tersendiri berbeda dengan Protestan, umat Katolik wajib beribadah setiap akhir pekan di gereja Katolik.

Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek,  menjelaskan Pusat Perbukuan Kemendikbud Ristek tengah melakukan kajian dan menindaklanjuti dengan memperbaiki sesuai masukan yang diterima.

Sesuai Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan, Kemendikbud bersikap terbuka dalam menerima kritik dan saran untuk pengembangan buku.

Kemendikbud Ristek juga mengapresiasi masukan, saran, dan koreksi untuk perbaikan berkelanjutan terkait semua buku pelajaran yang digunakan di sekolah

“Buku pendidikan yang diterbitkan Kemendikbud Ristek merupakan dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki dan dimutakhirkan,” ucap Anindito Aditomo

Pusat Perbukuan Kemendikbud Ristek akan melibatkan pakar dari Konferensi Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia saat melakukan revisi.

Buku yang sudah beredar telah ditarik kembali oleh Kemendikbud Ristek.

“Untuk versi cetak kami sudah menghentikan proses pencetakan versi lama. Pencetakan selanjutnya akan menggunakan edisi revisi,” tegas dia.

Kemendikbud Ristek juga akan mengganti buku tersebut dengan edisi revisi.

“Kami juga akan segera mengedarkan suplemen perbaikannya bagi yang sudah menerima buku,” jelas dia.