Mengapa Banjir Di Kota Medan Tak Kunjung Usai ??

by

Geosiar.com-Banjir dikota Medan adalah persoalan serius yang masih kurang diseriusi oleh pemerintah kota Medan. Bagaimana tidak? Setiap kali hujan, jalanan selalu digenangi air yang kotor dengan sampah-sampah yang berenang terbawa arus banjir. Peristiwa ini sudah menjadi hal biasa bagi semua kalangan masyarakat.

Menurut M. Husni selaku Kepala BPBD Kota Medan, dikutip dari detikSumut banjir dikota Medan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Alih-alih mencari solusi dan memberi kepastian terhadap permasalahan tersebut, Pemko selalu berdalih dengan memberikan alasan yang itu-itu saja yakni “akibat curah hujan yang tinggi”. Ya, intensitas hujan yang tinggi memang merupakan salah satu penyebab banjir, namun bagaimana dengan factor lain seperti hancurnya retensi Daerah Aliran Sungai (DAS), factor kesalahan perencanaan pembangunan alur sungai, factor pendangkalan sungai dan factor kesalahan tata wilayah dan pembangunan sarana dan prasarana. Keempat factor tersebut dikelola oleh pemerintah setempat.

Daya serap air yang rendah akibat buruknya pengelolaan tata ruang serta manajemen system drainase adalah bukti ketidak-seriusan Pemko Medan mengatasi persoalan penting di kota terbesar ketiga Indonesia. Medan mempunyai saluran drainase besar yaitu Sei Deli dan Sei Belawan serta beberapa saluran drainase lainnya yaitu Sei Bandera, Sei Sikambing, Sei Putih, Sei Babura dan Sei Sulang-Saling. Namun, pengelolaan drainase yang belum maksimal menjadikan saluran drainase tersebut kurang berfungsi dengan baik.

Terdapat 7 kecamatan yang sering terdampak banjir saat hujan dengan ketinggian yang beragam. Ketujuh kecamatan tersebut adalah Medan Maimun, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Sunggal dan Medan Polonia. Jumlah ini 1/3 dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Medan. Bahkan banjir pernah menggenangi 11 kecamatan setinggi 4 meter. Ini terjadi pada 5 Januari tahun 2011 lalu yang tentunya mengakibatkan banyak kerugian. Hal serupa juga pernah terjadi pada 02 Agustus 2016, dimana hampir seluruh kota Medan terendam banjir.

Persoalan yang rutin disetiap musim hujan ini memerlukan pemetaan daerah-daerah yang rentan dan kemudian diberikan kebijakan khusus untuk mencegah dan menaggulangi akibatnya. Pemerintah juga perlu memperhatikan pengembangan kota yang tidak sesuai tata kelola ruang daerah dan tidak berwawasan lingkungan dan memberikan sanki terhadap bangunan yang tidak sesuai peraturan yang berlaku.