Gelar Kunker Perseorangan, Anggota DPR RI Hendrik Sitompul Tegaskan Pengawasan di SPBU Harus dari BPH Migas

by

GEOSIAR.COM, MEDAN,- Anggota DPR RI dari Komisi VII Drs Hendrik jH Sitompul MM menggelar Kunjungan Kerja (Kunker) Perseorangan. Kunker kali ini, untuk mengevaluasi Pengawasan Penyaluran BBM dan LPG Subsidi, turut dihadiri GM MOR I Putut Adriatno, BPH Migas diwakili Kristian, serta ratusan pengusaha SPBU dan SPBE Subsidi, bertempat di Pertaminan MOR I Jl Yos Sudarso Medan, Selasa (26/7/2022).

Pada pertemuan itu, Hendrik Sitompul menyampaikan rasa terimakasih atas kehadiran para pengusaha SPBU dan SPBE yang memadati ruangan pertemuan di Pertamina MOR I.

“Saya lakukan pertemuan ini untuk menampung aspirasi dari pengusaha, saya harap jangan ada kekhawatiran untuk menyampaikan keluhan, saya mewakili terkait energi,” kata Hendrik dari Fraksi Partai Demokrat itu ⁹mengawali pertemuan.

Sebagai anggota DPR RI, lanjut Hendrik, fungsi pengawasan dan melihat kinerja pemeruntah. “Saya mau melihat apa yang dilakukan BPH Migas dan penyaluran, kami mengawasi kinerja pemerintah untuk kebaikan, sekaligus menampung aspirasi,” kata Hendrik.

Lebih jauh kata Hendrik, dirinya berharap pengawasan di SPBU jangan diberi kepada petugas atau polisi. “Pengawasan di SPBU itu harus BPH Migas, jangan diberi sama orang lain atau aparat. Saya mau evaluasi pengawasan,” tegas Hendrik.

Untuk itu, Hendrik berharap, kepada para pengusaha SPBU dan SPBE agar menjaga kepercayaan Pertamina. “Dari informasi yang kita terima, kota Medan 5 kota terbesar pengeplos, itu terjadi karena struktur pengawasan tidak ada,” jelasnya.

Indah Sari Karo Karo, salah satu pengusaha yang hadir, menyampaikan keluhannya terkait BPH Migas, dimana pengawasan untuk SPBU banyak sekali. Bahkan, Indah mengakui, dirinya seperti penjahat perang. Seharusnya ada aturan pengawasan. “Jadi, jika mau buat peraturan, ajaklah kami,” harap Indah.

Acara yang digelar anggota DPR RI Hendrik Sitompul itu, diakui untuk yang pertama kali dilakukan di Sumut, bahkan di Indonesia.

“Kalau ada masalah yang terkait instansi, sampaikan kepada saya, akan saya panggil, karena pengawasan konsumen itu yang penting,” pungkas Hendrik. (cno).