Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Demokrat Hendrik Sitompul Kunjungi PT TPL dan PT SOL Sarula

by
Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Demokrat Hendrik Sitompul Kunjungi PT TPL dan PT SOL Sarula
PT TPL

GEOSIAR.COM, SUMUT – Anggota DPR RI dari Komisi VII Drs Hendrik H Sitompul MM mengunjungi sekaligus menggelar Reses di dua lokasi, yakni ke Toba Pulp Lestari (TPL) dan ke PT SOL Sarula Pahae Tapanuli Utara.

Awalnya, anggota DPR RI Hendrik Sitompul dari Fraksi Partai Demokrat mengunjungi ke komplek perusahaan PT TPL Tbk di Desa Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba.

Kehadiran Hendrik Sitompul dari Fraksi Partai Demokrat bersama Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Partai Demokrat Yan Harahap dan Tim Tenaga Ahli DPR RI diantaranya Job Purba, Paskalis Sitompul, Condrad Naibaho, Gunana Barus dan Lukman Silaen diterima oleh perwakilan manajemen TPL, Parlindungan Hutagaol (Direktur), Tagor Manik (Goverment Relation Advisor) dan Jerry Tobing (Stakeholder Relation Mill Coordinator).

Dalam kunjungan ini, rombongan melakukan mill visit mulai dari pembibitan hingga pengolahan limbah yang baik di fasilitas produksi TPL penghasil bubur kertas tersebut.

Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Demokrat Hendrik Sitompul Kunjungi PT TPL dan PT SOL Sarula

“Kami mengucapkan terimakasih kepada TPL karena sudah ditunjukkan progres produksi oleh perusahaan dan menunjukkan perkembangan yang signifikan,” kata Hendrik.

Hendrik dan rombongan juga terkesan dengan pemaparan dari pihak perusahaan, dimana pertanyaan-pertanyaan yang mereka usung dalam kunjungan kerja ini dapat terjawab langsung.

“Semua yang disampaikan oleh pihak perusahaan hari ini, membuat kami optimis akan terus menjadi industri yang baik di bumi Toba ini. karena kami yakin dengan kehadiran TPL di Toba ini akan memberikan dampak positif khususnya kepada masyarakat setempat,” tambahnya.

Disamping itu, Beliau menyampaikan pentingnya peranan perusahaan swasta dalam mendukung sektor pariwisata terkhusus TPL yang berada di Kabupaten Toba.

Danau Toba yang menjadi ikon daerah dan salah satu destinasi wisata super prioritas ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, harus mendapat dukungan dari perusahaan-perusahaan di sekitar.

“Saya berharap sekali TPL akan aktif untuk membangun wisata di bumi Toba ini. TPL juga bisa membuat konsep wisata industri untuk masyarakat dan insan pendidikan, sehingga dengan mereka melihat langsung dapat menambah wawasan dan menyadari dampak keberadaan perusahaan,” jelasnya.

Ia juga berharap agar inovasi dan kreatifitas dari pengembangan teknologi TPL dapat lebih maju lagi karena hal ini dapat meminimalisir isu negatif yang ada diluaran. “TPL ke depan pun nantinya akan semakin tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan negara dan bangsa,” kata Hendrik.

Mewakili manajemen, Parlindungan Hutagaol sangat mengapresiasi kunjungan ini dan senang hati dapat membangun hubungan baik dengan pemerintah.

“Perusahaan selalu terbuka untuk menjalin dan membangun hubungan komunikasi dengan semua pihak. Kunjungan dari DPR RI hari ini menjadi salah satu contoh keterbukaan perusahaan dan TPL siap mendukung program pemerintah dalam pembangunan kepada masyarakat di sekitar,” kata Parlindungan.

Baca JugaInflasi Eropa Naik, ECB Kerek Suku Bunga Pertama Kali dalam 11 Tahun

PT SOL Sarula Panas Bumi

Anggota DPR RI Drs Hendrik Sitompul MM dari Komisi VII saat berkunjung atau sekaligus Reses ke PT SOL, turut hadir Direktorat Panas Bumi Harris ST MT, Advisor PT SOL Iskandar Sitompul, PVV Rangga, Operasional Doni Tambunan, Bagian Humas atau HRD Melva Samosir dan pengurus lainnya.

Pada pertemuan itu dijelaskan, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), salah satunya yang berada di kawasan Gunung Toba, tepatnya di Tapanuli Utara, Sumatra Utara (Sumut). Dikenal dengan nama PLTP Sarulla, pembangkit listrik ini ternyata merupakan yang terbesar di dunia.Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Demokrat Hendrik Sitompul Kunjungi PT TPL dan PT SOL Sarula

Dijelaskan Tambunan, PLTP Sarulla dibagi menjadi tiga unit yang dikembangkan di dua lokasi, yaitu di Silangkitang dengan kapasitas 1×110 Mega Watt (MW) dan dua unit di Namora-I-Langit (NIL) dengan kapaistas 2×110 MW. Keberadaan PLTP ini sangat membantu mengurangi defisit listrik yang ada di Sumut.

Pembangunan proyek geothermal raksasa ini sempat mandek selama 27 tahun. Usai molor hampir tiga dekade, PLTP Sarulla akhirnya diresmikan oleh pemerintah pada 31 Maret 2017 lalu.

“Pengoperasian PLTP ini pun dilakukan secara bertahap. Unit 1 dioperasikan pada tahun Maret 2017, kemudian unit 2 dioperasikan pada September di tahun sama. Terakhir, Unit 3 dioperasikan pada Mei 2018,” kata Tambunan, Kamis (21/7/2022).

Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Demokrat Hendrik Sitompul Kunjungi PT TPL dan PT SOL Sarula
PT SOL

Pembangunan PLTP ini, lanjutnya, dimulai pertama kali pada tahun 1990. Namun, proyek itu harus mangkrak puluhan tahun lamanya lantaran terhambat perizinan dan birokrasi yang berbelit-belit.

Megaproyek geothermal terbesar di dunia ini dikembangkan melalui skema Kontrak Operasi Bersama (KOB) antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan Sarulla Operation Limited (SOL).

Untuk diketahui, PT SOL merupakan konsorsium yang terdiri dari PT Medco Power Indonesia, Itochu Corporation dan Kyushu Electric Power (Jepang) dan Ormat International (AS).

Proyek PLTP ini sendiri membutuhkan investasi sekitar US$1,6 miliar yang didanai oleh partisipasi swasta yang dipimpin oleh Medco dengan anggota konsorsiumnya, yang terdiri dari modal (equity) 30 persen dan pinjaman lunak dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Asian Development Bank (ADB) sebesar 70 persen.

Anggota DPR RI Drs Hendrik Sitompul MM bersama tim Tenaga Ahli DPR RI diberi kesempatan untuk berkunjung ke areal PT SOL, untuk melihat secara langsung operasional dari PT SOL hingga sampai pengiriman arus ke PLN.

Diperjalanan saat mengelilingi areal menggunakan angkutan yang sudah disediakan PT SOL, dijelaskan bahwa pembangkit listrik energi panas bumi pertama di Indonesia yang menggunakan tiga metode dalam pembangkitannya, yaitu condensing, bottomic, dan binary.

Pada teknologi tersebut sisa buangan air panas dari uap panas bumi diolah kembali untuk mendapatkan kapasitas daya listrik.

Pada teknologi terdahulu, air panas sisa uap dibuang begitu saja. Sehingga teknologi yang dipakai di PLTP ini sangat efisien dalam memanfaatkan uap dan produk uap (brine).

Dengan ketiga metode tersebut, tingkat efisiensi PLTP Sarulla bahkan mengalahkan tiga PLTP lain di Tanah Air, yaitu PLTP Darajat, PLTP Kamojang, dan PLTP Wayang Windu.

Selain itu, aktivitas PLTP Sarulla tidak menggunakan bahan fossil fuel atau batu bara dan sehingga tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu dapat dijadikan sumber tenaga alternatif untuk mengurangi gas rumah kaca nasional.

Sebelumnya, Anggota DPR RI Hendrik Sitompul pada pertemuan itu mengatakan, sangat mendukung apa yang sudah dilakukan PT SOL.

“Saya sangat mendukung apa yang sudah dilakukan PT SOL, semoga apa yang sudah dicapai dapat bermanfaat untuk daerah ini, kepada bangsa dan negara,” kata Hendrik, yang juga putra daerah ini.

Begitupun, Hendrik Sitompul berharap agar PT SOL lebih memperhatikan masyarakat setempat, khususnya terkait penerangan jalan, ketersedian listrik untuk rumah penduduk, bus sekolah untuk membantu anak sekolah yang tidak punya kendaraan. “Yang pasti saya tetap mendukung PT SOL,” pungkasnya.

Baca JugaPresiden Jokowi Tinjau Proyek Pengembangan Sarana Hunian di Labuan Bajo

(geosiar.com/cno)