Adanya Intimidasi Dalam Tewasnya Brigadir J

by

GEOSIAR.COM – Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat tewas dalam penembakan di rumah Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7).

Sosok Brigadir Jenderal (Brigjen) Hendra Kurniawan yang saat ini menjabat Karo Paminal Divisi Propam Polri disebut terlibat dalam mengintimidasi keluarga Brigadir J. Kuasa hukum keluarga Brigadir J , Kamaruddin Simanjungak menyampaikan tuduhannya

Dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim khusus dalam penyelidikan kasus wafatnya Brigadir J yang merupakan polisi berpengalaman Propam berdasarkan catatan JPNN.

Mengabdi di Korps Bhayangara selama 27 tahun Brigadir J menduduki posisi Karo Paminal Divisi Propam sejak 16 November 2020.

Brigjen Hendra dianggap tak sopan kepada pihak keluarga Brigadir J. selaku kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot jabatan Brigjen Hendra Kurniawan.

“Terkesan intimidasi dan memojokkan keluarga sampai memerintah untuk tidak boleh mendokumentasikan, tidak boleh pegang handphone, masuk ke rumah tanpa izin, langsung menutup pintu,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin menyatakan Brigjen Hendra itu tidak mencerminkan perilaku sebagai sosok polisi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menarik jabatan Irjen Ferdy Sambo dari jabatan sebagai Kadiv Propam Polri. Dan saat ini dilimpahkan kepada Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.