Rehab Bangunan SMPN 2 Pegajahan Diduga Gunakan Bahan Material Tidak Sesuai Spesifikasi

by
Rehab Bangunan SMPN 2 Pegajahan Diduga Gunakan Bahan Material Tidak Sesuai Spesifikasi
REHABILITASI : Kondisi SMPN 2 Pegajahan di Desa Pondok Tengah, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sergai saat direhabilitasi menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), Senin (18/7/2022) (Foto Geosiar.com/LS)

GEOSIAR.COM, SERGAI – Rehab bangunan SMPN 2 Pegajahan diduga gunakan bahan material tidak sesuai spesifikasi. Proyek rehabilitasi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Pegajahan di Desa Pondok Tengah, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) diduga tidak sesuai spesifikasi.

Pasalnya, pembangunan sekolah yang menggunakan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK), diduga menggunakan bahan-bahan yang tidak berstandar SNI.

Amatan di lapangan, terdapat lima plang proyek yang terpampang di sekolah tersebut yakni, CV Mawar Melati pengerjaan ruang perpustakaan senilai Rp 287.920.000 dan ruang TU Rp 285.400.000.

Baca JugaDelegasi dari Negara Rusia, Elena Miyakotcova Ksenia Akui Danau Toba Sangat Indah

Kemudian, CV Athalia Sinergi pengerjaan ruang kelas senilai Rp 254.700.000 dan ruang guru Rp 270.040.000. Sedangkan CV Titian Berkah pengerjaan laboratorium IPA senilai Rp 271.860.000. Dari kelima plang proyek tersebut total anggaran sebesar Rp 1.369.920.000.

Saat ditemui di ruangannya, Senin (18/7/2022), Kepala Sekolah SMPN 2 Pegajahan Suriadi, mengaku tidak mengetahui mengenai bahan-bahan yang digunakan, karena telah diserahkan kepada pihak ketiga yaitu perusahaan yang menjadi pemenang tender.

Baca JugaKadivpas Kanwil Kumham Sumut Buka Workshop Bagi Petugas Rupbasan Dibidang Penilaian Lingkup Pengelolaan Basan BaranRehab Bangunan SMPN 2 Pegajahan Diduga Gunakan Bahan Material Tidak Sesuai Spesifikasi

“Kami hanya penerima manfaat, tidak tahu bagaimana pembangunannya, termasuk pengadaan mobilernya juga kami tidak tahu. Jadi, saya hanya berpedoman kepada satu surat pemberitahuan kerja dari pak Saiful perusahaan CV Mawar Melati saja sebagai pemenang tender, kalau lainnya saya tidak tahu,” jelas Suriadi.

Sementara itu, saat disinggung mengenai total anggaran pada proyek. Dirinya juga mengaku tidak mengetahui total anggaran pengerjaan pembangunan sekolah tersebut. Namun ada 8 ruangan yang direhabilitasi beserta perabotan.

“Ada 8 ruangan yang direhabilitasi yakni ruang kepala sekolah, jamban, tata usaha, perpustakaan, laboratorium, dua ruang kelas dan ruang guru. Tapi jenis perabotnya apa saya tidak paham,” ucap Suriadi.

Untuk bahan-bahan, lanjutnya, dirinya juga mengaku tidak mengetahui. “Jadi kita tidak kewenangan disini, karena saya kan punya pimpinan,” tutupnya.

(geosiar.com/ls)

Baca JugaPetugas Rutan I Medan Kanwil Kemenkumham Sumut Gagalkan Penyelundupan Barang Terlarang dalam Pampers