Memalsukan Tanda Tangan, Pemohon Cabut Uji Materil IKN

by

Geosiar.com-6 Mahasiswa Unila palsukan tanda tangan pada saat Uji Materil di MK, kejadian tersebut terjadi pada saat ke-enam mahasiswa tersebut melakukan uji materil di MK. Hal itu terungkap dalam persidangan yang digelar pada hari Rabu (13/7) yang disiarkan kanal YouTube MK. Agenda sidang tersebut ialah perbakan permohonan.

Sidang tersebut dipimpin oleh Hakim Konstitusi Arief Hidayat dengan didampingi Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih serta Daniel Yusmic. Sedangkan Pemohon dihadiri olh lima mahasiswa. Ke-enam Mahasiswa itu yaitu:  M Yuhiqqul Haqqa Gunadi, Hurriyah Ainaa Mardiyah, Ackas Depry Aryando, Rafi Muhammad, Dea Karisna, dan Nanda Trisua Hardianto. Namun salah satu mahasiswa tidak menghadiri siding Uji Materi yaitu Dea Karisna

Kejadian tersebut bermula saat Hakim Konstitusi menanyakan ke lima mahasiswa tersebut. “Ada beberapa hal yang perlu saya minta konfirmasi,” ucap Arief Hidayat kepada para pemohon yang hadir secara daring.

“Ini Saudara tanda tangannya betul atau tanda tangan palsu ini? Kalau kita lihat, tanda tangan ini mencurigakan, bukan tanda tangan asli dari Para Pemohon tuturnya menambahkan.
Awalnya, para pemohon menjawab bahwa tanda tangan mereka tersebut asli

Bahkan, mereka menegaskan kalau tanda tangannya berupa tanda tangan digital. Menanggapi jawaban para mahasiswa yang terkesan menyembunyikan sesuatu, Arief Hidayat menekankan akan memproses kepada pihak kepolisian terkait tanda tangan palsu. “Coba kita lihat di KTP Dea Karisna, tanda tangannya beda antara di KTP dan di permohonan. Gimana ini Dea Karisna? Mana Dea Karisna?,” ujarnya.”Terus kemudian, tanda tangan Nanda Trisua juga beda. Ini jangan bermain‑main, lho. Rafi juga beda. Kemudian tanda tangan Ackas ini beda sekali, juga Hurriyah,” katanya. Setelah dicecar MK, salah seorang pemohon, Hurriyah Ainaa Mardiyah menjelaskan perihal tanda tangan rekan-rekannya.Dia menyebut bahwa dari enam Pemohon, sebanyak dua Pemohon tidak menandatangani perbaikan permohonan tersebut.

Setelah mendengar penjelasan dari mahasiswa tersebut para hakim terebut menimbang dan memutuskan agar Pemohon mencabut permohonan.

“Anda memalsukan tanda tangan, ini perbuatan yang tidak bisa ditolerir. Itu sesuatu hal yang tidak sepantasnya dilakukan oleh mahasiswa fakultas hukum karena itu merupakan pelanggaran hukum. Bagaimana? Kalau kita bertiga sepakat ini Anda cabut, nanti Anda kalau mau mengajukan lagi, silakan mengajukan lagi,” tuturnya menambahkan.

Setelah mendengar penjelasan dari hakim, maka kelima mahsiswa sepakat untuk mencabut permohonan terkait uji materil.

“Baik, Yang Mulia. Maka dengan ini, kami mohon maaf atas kesalahan kami dan kelalaian kami. Kami akan mencabut permohonan kami. Perkara Nomor 66/PUU-XX/2022 pada Rabu 13 Juli 2022,” kata Hurriyah Ainaa Mardiyah, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari situs resmi MK, Jumat, 15 Juli 2022