Gelombang Panas Kian Gawat di Eropa, Warga London dapat Imbauan Khusus

by
Gelombang Panas Kian Gawat di Eropa, Warga London dapat Imbauan Khusus
Stasiun Kereta Waterloo London. (REUTERS/HENRY NICHOLLS)

GEOSIAR.COM – Gelombang panas semakin gawat menyengat negara-negara di Eropa, termasuk di Inggris.

Masyarakat di London Inggris mendapat imbauan khusus di tengah gelombang panas. Mereka diminta tak menggunakan transportasi umum negara itu kecuali untuk perjalanan penting.

“Akibat cuaca panas yang aneh yang diprediksi pekan depan, pengguna hanya boleh menggunakan jejaring transportasi London untuk perjalanan penting,” kata Chief Operating Officer (COO) Transportasi London (TfL) Andy Lord.

Lord juga menyampaikan pembatasan kecepatan sementara bakal diberlakukan di kereta api dan kereta bawah tanah London. Ia juga mengimbau pengguna untuk “membawa air minum setiap waktu.”

Sebelumnya, Kantor Meteorologi Inggris mengumumkan peringatan gelombang panas yang berlangsung mulai Minggu (17/7/2022) hingga Selasa (19/7). Suhu pada pekan itu diperkirakan bakal mencapai lebih 40 derajat Celsius.

Baca JugaMalaysia Bahas Pembekuan TKI Besok, Bangladesh Kirim Pekerja

“Jika masyarakat memiliki kerabat atau tetangga yang rentan, ini waktunya memastikan mereka telah melakukan berbagai tindak pencegahan untuk menghadapi cuaca panas, karena ramalan cuaca kami pikir bakal berada dalam zona merah, membuat hidup masyarakat terancam,” kata juru bicara Kantor Meteorologi London Grahame Madge.

Suhu tinggi ini juga membawa risiko bagi penumpang transportasi umum.

Sebagaimana diberitakan CNN, peningkatan suhu panas dapat mengganggu jaringan listrik dan peralatan sinyal.

Tfl menyampaikan pihaknya bakal mencoba menjaga pelayanan agar berlangsung lancar, salah satunya dengan mengecek suhu rute transportasi.

Badan tersebut juga bakal mengecek unit penyejuk udara di jejaring kereta bawah tanah.

Tak hanya itu, pengendara motor juga diimbau agar tak berkendara pada hari-hari tersebut.

Sementara itu, kebakaran hutan melanda Spanyol, Prancis, dan Portugal pada Jumat (15/7) akibat gelombang panas yang melanda Eropa kini.

Baca JugaMendagri Pastikan Tiga Provinsi Baru di Papua Ikut Pemilu 2024

(geosiar.com)