Gereja Unifikasi Terseret Sebagai Sasaran Utama Pelaku Pembunuhan Shinzo Abe

by
Gereja Unifikasi Terseret Sebagai Sasaran Utama Pelaku Pembunuhan Shinzo Abe
Ilustrasi gereja unifikasi

GEOSIAR.COM – Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meninggal dunia setelah ditembak oleh Tetsuya Yamagami.
Gereja Unifikasi pun terseret, lantaran Yamagami mengaku penembakan itu dilatar belakangi dendamnya terhadap komunitas keagamaan dimana Abe tergabung di dalamnya.

Yamagami mengaku, komunitas keagamaan itu telah membuat keluarganya terpuruk setelah ibunya menyerahkan sebagian besar harta untuk donasi ke komunitas tersebut.

Abe dibunuh karena Yamagami meyakini kakek eks PM Jepang itu yakni Nobusuke Kishi, telah membantu memperluas kelompok agama Gereja Unifikasi itu.

Baca JugaHasil Perempat Final Singapore Open 2022: Gulung Wakil Malaysia, Anthony Ginting Segel Tiket Semifinal

“Saya kira mantan Perdana Menteri Nobusuke Kishi berkontribusi pada perluasan [kelompok agama], dan saya berpikir untuk membunuh cucunya, mantan Perdana Menteri Abe,” ujar Yamagami kepada penyelidik seperti dikutip dari NHK.

“Dan saya pikir mantan perdana menteri Abe punya hubungan dekat dengan kelompok ini. Ibuku masuk ke kelompok dan memberi sumbangan besar, dan kehidupan keluargaku kacau,” tutur dia.

Yamagami juga disebut telah merencanakan penyerangan terhadap Gereja Unifikasi ini sekitar 20 tahun. Menurut seorang sumber penyelidik, dalam proses investigasi Yamagami mengaku “ingin merusak organisasi keagamaan” yang dia benci itu.

Sebagaimana diberitakan The Japan Times, Yamagami dikabarkan mulai memendam dendam atas Gereja Unifikasi pada 2002, karena ibunya memberikan donasi begitu besar hingga keluarganya bangkrut.

Baca JugaTalang Dipasang, Pasar Kemiri Lebih Terang, Pedagang: Rejeki Makin Deras yang Datang

Di sisi lain, pihak Gereja Unifikasi memang tidak membantah ibu Yamagami bagian dari anggota organisasi itu. Meski demikian, mereka tidak memberikan detail mengenai donasi yang disinggung Yamagami.

Gereja Unifikasi memang memiliki sejumlah kontroversi. Tudingan kerap dilontarkan terhadap organisasi itu, mulai dari dituding palak jemaat hingga menyelenggarakan pernikahan massal dengan peserta mencapai ribuan.

Tak hanya itu, Gereja Unifikasi disebut-disebut merupakan ajaran Kristen sesat. Pemimpinannya mengaku sebagai mesias kedua yang menggantikan Yesus karena misinya di bumi gagal hingga harus disalib.

(geosiar.com)

Baca JugaPemkab Samosir Mendapat 300 Dosis Vaksin PMK dari Propinsi Sumatera Utara