Komisi III DPR RI Trimedya: Tak Semestinya Brigadir J yang Sudah Meninggal Difitnah dengan Kasus Dugaan Pelecehan

by
Komisi III DPR RI Trimedya: Tak Semestinya Brigadir J yang Sudah Meninggal Difitnah dengan Kasus Dugaan Pelecehan

GEOSIAR.COM – Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan mengatakan tak semestinya Brigadir J yang sudah meninggal difitnah dengan kasus dugaan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo.

Karena itu, menurutnya, pengungkapan kasus ini harus dibuka secara jelas dan transparan.

“Janganlah orang yang sudah meninggal kita fitnah lagi. Artinya kan dia dibilang melakukan pelecehan, itu lah proses penyidikan harus terbuka transparan,” kata Trimed saat dihubungi, Kamis (14/7).

Dia pun meminta polisi mengungkap visum dan ponsel Brigadir J. Menurutnya, pengungkapan itu untuk memberikan hak-hak keluarga Brigadir J selaku korban penembakan.

Trimedya menyebut hak keluarga adalah keadilan dan kebenaran di balik kematian Brigadir J.

“Hak keluarga korban itu pertama hak keadilan dan kebenaran, sebab akibat kematian Brigadir J. Kedua, dalam rangka itu hak keluarga korban untuk mengetahui mendapatkan visum dan barang-barang korban terutama yang diminta,” katanya.

Baca Juga :  Presiden Sri Lanka Gotabaya Dikabarkan Batal Mendarat di Singapura

“Korban Brigadir J HP-nya ada tiga, menurut pihak kepolisian HP-nya enggak ditemukan, apa iya? Kayak begitu tuh yang harus diungkap,” sambungnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menduga pihak kepolisian telah menutupi barang bukti dari kasus penembakan Brigadir J. Sebab hingga saat ini, tidak ada barang bukti yang diungkap ke publik.

“Ya, kalau orang kejadian narkoba aja ada barang bukti ditunjukkan. Ini jenis senjatanya enggak ada, apalagi kalau kata ahli senjata, Bharada E kok senjatanya glock? Katanya, itu senjata kapten ke atas?” tanya Trimedya.

Dalam kasus ini, polisi menyebut Brigadir J tewas setelah baku tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (7/7). Brigadir J adalah sopir istri Sambo, sementara Bharada merupakan ajudan Sambo.

Tujuh luka tembak bersarang di tubuhnya setelah lima peluru dilepaskan Bharada E. Sementara tidak ada luka yang mengenai Bharada E dari lima peluru yang dilepaskan Brigadir J.

Baca JugaSri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Stabil, Tak Akan Berakhir Seperti Sri Lanka

Menurut polisi, penembakan itu dipicu karena ulah Brigadir J yang diduga melakukan percobaan pelecehan seksual kepada istri Sambo di rumah. Istri Sambo sempat berteriak saat itu.

Bharada E yang coba menanyakan teriakan itu, menurut polisi, langsung direspons dengan tembakan oleh Brigadir J. Akhirnya aksi saling tembak pun terjadi.

Sambo sendiri dikabarkan sedang tidak di lokasi saat insiden penembakan itu.

Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Bharada E juga masih berstatus sebagai saksi usai diperiksa polisi.

Lebih jauh, Trimedya pun mendesak agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan sementara Irjen Ferdy Sambo selama proses penyelidikan.

“Supaya enggak ada ewuh pakewuh dalam proses pemeriksaannya,” tegasnya.

(geosiar.com)

Baca JugaKPK Cegah 4 Orang Pergi ke Luar Negeri Terkait Korupsi LNG di Pertamina