Bendungan Senilai Rp 3,1 Miliar yang Baru Dibangun di Sergai Rusak

by
Bendungan Senilai Rp 3,1 Miliar yang Baru Dibangun di Sergai Rusak
RUSAK : Bendungan penahan air pasang laut senilai Rp 3,1 miliar di Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai sudah rusak dan bocor usai dibangun selama 6 bulan, Sergai, 13 Juli 2022. (Foto Dok/Zainal)

GEOSIAR.COM, SERGAI – Bendungan penahan air pasang laut agar tidak mengalir ke sungai dan masuk ke areal persawahan warga, yang terletak di Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) sudah rusak usai dibangun selama 6 bulan.

Pantauan di lapangan terlihat bendungan yang dibangun senilai Rp 3,1 milliar itu sudah retak dengan pintu penahan air sudah rusak dan bocor.

Menanggapi hal itu Kabid PSDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sergai Chairu Vyatra membenarkan adanya kerusakan pada bendungan yang selesai dibangun.

“Memang masa perawatan sudah selesai, dan ini sudah dibeli sama penyedia vibernya itu dari Bandung itu mau diganti sama pihak penyedia,” kata Chairu.

Baca Juga :  Jajaran Polres Samosir Merayakan Idul Adha 1443 H Bersama Umat Muslim Samosir

Bendungan Senilai Rp 3,1 Miliar yang Baru Dibangun di Sergai Rusak

Namun, Chairu melanjutkan, perbaikan akan ditunda sampai saat musim tanam padi dimulai. Hal tersebut menurutnya dilakukan untuk menghindari masa pasang air laut.

“Tapi tunggu dulu musim tanam. Ini kan lagi musim pasang besar karena itu kan masih ada garansinya. Karana itu barangnya datang dari Bandung kita minta agar vibernya itu yang asli dipakai jangan yang asal asalan. Kita masih menunggu ini agar kembali di pasang,” tutupnya.

Baca Juga :  Polrestabes Dukung Tokoh Agama Ciptakan Kesejukan di Medan

Pemkab Sergai menganggarkan Rp 3,1 milliar untuk membangun bendungan di Teluk Mengkudu tersebut pada akhir tahun 2021 lalu. Pembangunan bendungan tersebut, diperkirakan akan membantu 18 kelompok petani yang ada di 2 desa, yaitu Pematang Kuala dan Bogak Besar di Kecamatan Teluk Mengkudu untuk mengaliri sawah serta menahan pasang air laut mengaliri sawah sawah petani yang merusak tanamannya.

Langkah tersebut dilakukan seiring program pencetakan sawah baru dengan mengaktifkan lahan tidur yang selama ini tergenang air asin dari laut.

(geosiar.com)

Baca JugaIdul Adha 1443 H, PAC PP Medan Area Qurban 6 Ekor Lembu dan 2 Kambing