Perketat Syarat Kendaraan Menerima BBM Subsidi, Pertamina Perkirakan Kuota Pertalite dan Solar Jebol Tahun Ini

by
Perketat Syarat Kendaraan Menerima BBM Subsidi, Pertamina Perkirakan Kuota Pertalite dan Solar Jebol Tahun Ini

GEOSIAR.COM – PT Pertamina (Persero) memperkirakan kuota BBM subsidi jenis pertalite dan solar jebol akhir tahun ini. Perkiraan mereka dasarkan pada peningkatan mobilitas penduduk yang meningkat dan tren penjualan BBM subsidi yang terus bertambah.

Untuk pertalite, Direktur Utama Pertamiana Nicke Widyawati memprediksi konsumsinya meningkat jadi 28,5 juta kiloliter, jauh di atas yang sudah ditetapkan pemerintah untuk tahun ini yang sebesar 23 juta kiloliter.

Sementara itu untuk solar, ia memperkirakan konsumsi naik dari 14,9 juta kiloliter menjadi 17,2 juta kiloliter.

“Jenis bahan bakar penugasan ini akan meningkat melebihi kuotanya,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (6/7).

Menurut Nicke untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi itu pemerintah akan memperketat syarat-syarat kendaraan yang berhak menerima BBM subsidi. Pengetatan akan dilakukan dengan merevisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Jika revisi perpres berlaku, ia mengatakan konsumsi pertalite bisa direm hanya sampai 26,7 juta kiloliter, bukan 28,5 juta kiloliter.

Baca Juga :  Cari Bibit Berbakat Sepak Bola Tanah Air, Persija Sampai Persib Ramaikan Nusantara Open 2022

“Kalau regulasinya sudah keluar maka ini akan dapat menurunkan kita prognosa menjadi 26,7 juta KL. Tapi masih tetap lebih tinggi dibandingkan prognosa jadi masih ada peningkatan 16 persen,” ujar Nicke.

Demikian juga dengan solar. Menurutnya, jika revisi perpres berlaku, volume solar subsidi hanya akan meningkat 10 persen menjadi 16,3 juta kiloliter.

“Prognosa kita ini di akhir tahun akan mencapai 16,3 juta KL. Jadi tetap ada peningkatan sekitar 10 persen dari kuota yg ditetapkan,” sebutnya.

Nicke mengatakan revisi perpres tersebut sedang difinalisasi. Ia berharap regulasi tersebut akan berlaku Juli ini agar kelebihan kuota dapat dihindari.

“Kita lakukan upaya apa yang harus kita lakukan agar subsidi tidak melebihi volume kuota. Sehingga kita bisa menjaga agar angka subsidi tidak meningkat tajam,” kata Nicke.

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar habis pada Oktober atau November mendatang bila kuotanya tidak dibatasi.

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan perkiraan itu dibuat berdasarkan realisasi penyaluran BBM jenis tersebut yang hingga akhir Juni ini sudah lebih dari 50 persen

(geosiar.com)

Baca JugaIni Miliarder Dunia yang Memiliki Lembaga Filantropi