Wanita Tak Lagi Wajib Berhijab di Arab Saudi, Potongan Rambut Pendek Jadi Tren

by
Wanita Tak Lagi Wajib Berhijab di Arab Saudi, Potongan Rambut Pendek Jadi Tren
Gaya rambut pendek pixie cut kembali digemari perempuan. (Shutterstock.com)

GEOSIAR.COM – Arab Saudi sempat menggemparkan dunia dengan keputusannya untuk mencabut aturan penggunaan hijab bagi para wanita. Lantaran negara ini sejak awal dikenal dengan aturannya yang sangat ketat untuk gender perempuan.

Dilansir dari laman berita Newsdeliver, aturan ini resmi dicabut setelah beberapa kali diskusi di kalangan pemerintahan. Menariknya, ide ini juga didukung oleh sang putra mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman.

Dukungan dari sang putra mahkota tersebut menjadi salah satu dukungan yang terbesa yang membuat aturan baru diresmikan. Jadi kini, para wanita di Arab Saudi sudah bisa mengenakan outfit sesuai dengan kenyaman mereka.

Artinya, tidak semua wanita tampil dengan mengenakan hijab, baik itu untuk acara publik atau hanya sekadar bekerja. Aturan ini juga berkaitan dengan perubahan aturan untuk ketersediaan lapangan pekerjaan di Arab Saudi.

Setelah aturan tersebut diresmikan dengan bantuan sang putra mahkota, ada banyak perubahan mengejutkan di Arab Saudi. Semakin banyaknya peluang kerja bagi para wanita menjadi momen yang membahagiakan.

Baca JugaSeorang Ibu di Afrika Tak Bisa Berhenti Melahirkan karena Penyakit Langka, Kini Punya 44 Anak

Tidak hanya itu, para wanita juga terbebas dari aturan pakaian yang sebelumnya dianggap seksis dan mengekang di perusahaan. Potongan rambut mereka pun kini tidak diatur dan dibebaskan oleh beberapa perusahaan.

Semakin banyak para wanita yang memilih untuk memangkas rambut mereka dengan model yang sederhana. Salon-salon di ibu kota, Riyadh juga semakin banyak didatangi hanya karena ingin potong rambut.

Sifa, salah satu pekerja di sana mengakui bahwa ia ingin memotong rambutnya dengan model setelah aturan berhijab dicabut.

“Aku memutuskan untuk memotong rambutku. Aku memotong dengan model pendek dan ternyata banyak yang melakukannya,” kata Sifa.

Selain itu, salah satu salon di sana, mengungkapkan adanya perubahan jumlah konsumen yang meningkat dalam waktu sehari.

“Biasanya hanya ada delapan orang. Kini satu hari, kami bisa melayani 30 wanita untuk potong rambut pendek,” ungkap pemilik salon.

Baca JugaBukan Pemilik atau Manajer, Empat dari Enam Tersangka Kasus Holywings Adalah Staf dan Admin

(geosiar.com)