Bukan Pemilik atau Manajer, Empat dari Enam Tersangka Kasus Holywings Adalah Staf dan Admin

by
Bukan Pemilik atau Manajer, Empat dari Enam Tersangka Kasus Holywings Adalah Staf dan Admin
Polres Metro Jakarta Selatan menggelar konferensi pers terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings soal promo minuman beralkohol untuk orang yang bernama Muhammad dan Maria, Jumat (24/6/2022).

GEOSIAR.COM – Promo minuman beralkohol gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria berujung petaka, polisi telah tetapkan pihak Bar Holywings sebagai tersangka penistaan agama.

Lewat temuan barang bukti, Polres Metro Jakarta Selatan akhirnya menetapkan enam orang karyawan kafe tersebut sebagai tersangka.

“Ada enam orang yang jadi tersangka, kesemuanya adalah orang yang bekerja pada HW (Holywings),” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto dalam konferensi pers.

Menurut Budhi, barang bukti dirasa cukup, sehingga Polres Metro Jakarta Selatan sudah bisa menaikkan status kasus Holywings dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Dari situ kemudian kami berpendapat bahwa telah cukup kuat telah terjadi dugaan tindak pidana sehingga disitu kami mencoba mempersangkakan terhadap yang bersangkutan (Holywings) atau peristiwa tersebut,” tuturnya.

Adapun keenam tersangka itu diantaranya, Direktur Kreatif Holywings, inisial EJD (27), desain program yang meneruskan ke tim kreatif NDP (36), dan pembuat desain promo yang viral DAD (27).

Baca JugaRibuan Warga Padati JIS untuk Meriahkan HUT ke-495 Jakarta Malam Ini

Lalu ada tim admin yang mengunggah konten di media sosial berinisial EA (22), socmed officer AAB (25), dan admin promo yang memberi request AAM (25).

Jika ditilik dari besarnya kasus, pemilik dan manajemen Holywings punya peran dan tanggung jawab masif di dalamnya.

Timbul pertanyaan, mengapa mereka tidak ikut terseret sebagai tersangka, mengingat seluruh pekerjaan staf seharusnya sudah melalui persetujuan keduanya.

Menanggapi hal itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa keduanya hanya dipanggil untuk menjadi saksi.

Adapun keputusan menetapkan karyawan Holywings sebagai tersangka, sebab barang bukti menunjukkan keenam orang itu terlibat langsung dalam pembuatan promo.

“Barang bukti yang kita sita antara lain screenshot postingan akun official Holywings, satu unit mesin atau PC komputer, satu buah handphone, kemudian satu buah eksternal hard disk dan satu buah laptop,” tuturnya lagi, dikutip Geosiar.com, Jumat, 24 Juni 2022.

Untuk motif pelaku, seluruhnya mengaku membuat desain tersebut untuk menarik pengunjung ke outlet Holywings yang penjualannya terbilang rendah.

“Motif dari para tersangka adalah untuk menarik pengunjung datang ke outlet Holywings, khususnya di outlet yang persentase penjualannya di bawah target 60 persen,” tutur Budhi.

Budhi menambahkan, atas perbuatan tersebut para tersangka akan dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Baca JugaSegini Biaya Coaching Clinic Bersama Bintang Sepak Bola Dunia Ronaldinho di Malang

(geosiar.com)