Final Champions League: Perseteruan Dua Bintang Muslim

by
Final Champions League: Perseteruan Dua Bintang Muslim

GEOSIAR.COM – Stadion Stade de France, Paris akan menjadi saksi partai puncak liga paling bergengsi di dunia, UEFA Champions League.

Minggu dini hari nanti adalah waktu yang dinantikan oleh para pecinta sepak bola diseluruh dunia. Dua club papan atas Eropa berseteru untuk mentasbihkan diri menjadi Club terbaik di benua biru.

Club asal negeri Ratu Elizabet the Red Liverpool akan menantang club ibu kota negeri matador Los Blancos, Real madrid.

Liverpool membawa misi balas dendam atas kepedihan mereka kala takluk dengan aggregat 3-1 pada gelaran partai final UCL edisi 2017-2018. Sekaligus misi untuk meraih gelar juara yang ke-7 mereka selama kurun 66 kali penyelenggaraan.

Sementara di sisi Los Blancos, mereka ingin mempertahankan dominasi mereka sebagai Raja Klub Eropa terbanyak mengangkat trophy si kuping besar. 13 kali tercatat mereka telah menjuarai kompetisi antar club benua biru tersebut.

Partai final ini juga mempertemukan 5 orang pesepak bola muslim dari kedua kubu. Memang agama tidak ada sangkut pautnya dengan perhelatan final UCL ini.

Namun, keberadaan pesepak bola muslim dalam sebuah pertandingan bergengsi selalu menyedot perhatian para pecinta sepak bola dikalangan umat islam.

Dalam islam menonton pertandingan olah raga merupakan sesuatu yang mubah atau diperbolehkan, sejauh tidak ada unsur kemaksiatan didalamnya.

Bahkan dapat bernilai pahala jika tontonan olahraga tersebut dapat memotivasi mereka untuk ikut melatih fisik dengan berolah raga.

Karena olah raga adalah amal yang disunnahkan atau perkara yang tidak termasuk hal yang sia-sia. Karena dengan olahraga akan melahirkan muslim-muslim yang kuat. Sebagaimana sabda beliau SAW :

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan.
(HR. Muslim no.2664).

Banyak hadis yang menerangkan bahwasanya rasulullah SAW adalah pecinta olahraga, salah satunya adalah hadis tentang lomba lari beliau dan Aisyah istrinya berikut ini :

“Rasulullah Saw. bertanding denganku dan aku menang. Kemudian aku berhenti, sehingga ketika badanku menjadi agak gemuk, Rasulullah Saw. bertanding lagi denganku dan ia menang.”
(HR. Ahmad dan Abu Daud)

Baca JugaJemaah Masjid Istiqlal Lantunkan Shalawat Badar, Mesut Ozil pun Terpukau

Kembali kepada topik partai final UCL 2021-2022. Jika dipastikan main, lima orang pesepakbola muslim dari kedua kubu akan terlibat dalam pertarungan sengit dini hari nanti.

Karim Benzama dipihak los blancos, sementara liverpool memiliki empat orang pemain Muslim yaitu  Mohammad Salah (penyerang), Sadio Mane (penyerang), Naby Keita (gelandang) dan Ibrahima Konate (Center back).

Jika dilihat dari statistik, maka dua penyerang dari kedua kubu yakni Karim Benzema dan Mohammad Salah layak disandingkan head to head nya. Bukan hanya karena posisi keduanya sama, namun penampilan impresif keduanya selama musim ini.

Setelah kepergian Cristiano Ronaldo Karim Benzema menjadi tumpuan Los Blancos dilini depan. Pada UCL musim ini Total 15 Gol telah ditorehkan pesepakbola muslim berdarah Al Jazair berkewarganegaraan Pranscis tersebut.

Ia bertengger pada posisi teratas daftar pencetak goal terbanyak UCL. Sementara Mo Salah, pada musim ini telah mengemas 8 goal, terpaut 7 goal dari Karim Benzema sang pemuncak Top Scorer.

Sedangkan untuk statistika secara keseluruhan pada liga champions Karim benzema telah bermain sebanyak 130 kali dan mengemas 86 goal. Sementara itu Mo salah, telah tampil sebanyak 58 penampilan, dan mengemas 33 goal.

Bentrok keduanya terakhir kali terjadi pada partai final edisi 2017-2018. Namun, sangat disayangkan pada partai tersebut Mo Salah mengalami cidera serius setelah mendapatkan tekel keras dari  Sergio Ramos.

Jika dilihat dari segi pengalaman bertanding dan juga produktivitas goal, jelas Karim Benzema lebih unggul melampaui Mo Salah.

Namun, statistik diatas kertas kerap kali salah dalam sebuah pertandingan sebesar final liga champions. Disamping itu, sepak bola adalah pertandingan secara tim, sehingga strategi dan kolektivitas tim lebih diutamakan dibandingkan kemampuan individu.

Sebagai seorang muslim, patut kita nantikan pertarungan dua orang Muslim hebat ini diatas lapangan hijau. Namun, jangan lupa awali dengan sholat tahajjud dan jangan sampai tinggal sholat subuh berjamaah di masjid.

Mari mengambil ibroh (pelajaran) dari pertandingan tersebut. Agar tontonan bukan hanya sekedar hiburan, namun juga menjadi nasihat kehidupan. Wallahua’lam bisshowwab.

Baca JugaJadwal Final Liga Champions Liverpool vs Real Madrid Malam Ini

(geosiar.com)