Sat Reskrim Polres Simalungun Amankan 2 Pengedar Uang Palsu di Pasar Malam

by
Sat Reskrim Polres Simalungun Amankan 2 Pengedar Uang Palsu di Pasar Malam

GEOSIAR.COM, SIMALUNGUN – Sat Reskrim Polres Simalungun amankan 2 pengedar uang palsu di pasar malam. Unit II Tipidter Ekonomi Sat Reskrim Polres Simalungun berhasil mengamankan dua dari empat orang pria pelaku pencetak dan pengedar uang palsu di Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

“Penangkapan pelaku diamankan di pasar malam, Selasa 24 Mei 2022 WIB sekitar Pukul  10.00 WIB” ujar Kasat Reskrim Akp Rahmat Aribowo.

Lanjut Rahmat adapun inisial pelaku tersebut adalah SF(20) warga Bah Joga Utara Nagori Bah Joga kec. Jawamaraja Bah Jambi Kab. Simalungun, dan EB(20) warga Jln. Asahan Nagori Siantar state kec. Siantar kabupaten Simalungun.

Rahmat menjelaskan kejadian tersebut bermula pada saat salah satu penjaga stan permaian ketangkasan lempar gelang merasa curiga terhadap uang pemberian dari EB yang sebelum nya disuruh oleh SF ingin bermain permainan gelang dengan membeli Rp 20.000, gelang (Rp1.000) dengan menyerahkan satu lembar uang pecahan Rp 100.000 yang merupakan uang palsu, kemudian penjaga stan tersebut melaporkan kepada penanggung jawab panitia pasar malam dengan menujukan uang palsu tersebut.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-76 Tahun, Polri Gelar Lomba Menulis Surat untuk Kapolri

Mendapati laporan tersebut unit tipidter ekonomi sat reskrim polres simalungun langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui lokasi para pelaku yang didampingi oleh Kepala Desa, Kepala Dusun, Bhabinkamtibmas dan pemilik rumah.

Dari kontrakan tersebut petugas berhasil mengamankan 49 (Empat puluh sembilan) lembar uang palsu pecahan Rp. 100.000, 3 (Tiga) lembar uang palsu pecahan Rp. 50.000, 1 (Satu) lembar uang asli pecahan Rp. 100.000, 1 (Satu) lembar uang asli pecahan Rp. 50.0000, 1 (satu) buah catrige warna merk hp.

Kemudian personil melakukan introgasi terhadap SF dan menjelaskan bahwa uang palsu tersebut dicetak dengan cara di fotocopy dengan menggunakan printer dan kertas HVS lalu dipotong potong menggunakan gunting, dimana proses pencetakan dilakukan dirumah kontrakan SF.

Untuk menentukan tindak pidana dan menetapkan tersangka unit tipidter ekonomi sat reskrim polres simalungun melalukan gelar perkara, dan dari hasil gelar perkara tersebut SF yang dapat ditingkatkan sebagai tersangka dan EB masih dilakukan pendalaman untuk sementara masih dijadikan sebagai saksi.

Pelaku dikenakan pasal 26 to 36 UU No.7 Tahun 2011, tentang mata uang serta ancaman hukuman maksimal penjara 15 tahun.

(geosiar.com/sp)

Baca Juga Jumat Bersih, Ema Puspita Pimpin Jajaran Laksanakan Kerja Bakti