Kepolisian Kembali Gagalkan Penyelundupan Minyak Goreng ke Timor Leste

by
Kepolisian Kembali Gagalkan Penyelundupan Minyak Goreng ke Timor Leste
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto (tengah), Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta (kedua kiri) serta Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono (kiri) menyaksikan barang bukti minyak goreng saat pengungkapan kasus ekspor ilegal minyak goreng di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis 12 Mei 2022. Dalam kasus tersebut petugas gabungan dari Polri dan bea cukai mengamankan barang bukti berupa delapan unit kontainer berisi 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng yang akan dikirim ke Dili, Timor Leste. ANTARA FOTO/Moch Asim

GEOSIAR.COM – Kepolisian menggagalkan pengiriman tiga kontainer berisi minyak goreng yang akan diselundupkan ke Timor Leste.

Aparat Kepolisian Insana Utara, Polres Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu menemukan minyak goreng yang bakal diekspor secara ilegal itu pada Jumat lalu, 13 Mei 2022.

“Kejadiannya pada Jumat (13 Mei 2022) kemarin, dan ditemukan di atas kapal yang transit di Pelabuhan Wini yang berbatasan dengan Timor Leste,” kata Kabid Humas Polda NTT, Ariasandy, di Kupang, Sabtu, 14 Mei 2022.

Ia menjelaskan bahwa pengiriman tiga kontainer berisi minyak goreng itu berhasil digagalkan setelah pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak bea cukai Pelabuhan Wini. Saat itu kontainer akan dikirim kembali ke asal muatan tersebut berasal yakni di Surabaya, Jawa Timur.

Kapal tersebut belum diketahui kapan akan berangkat, tapi pengirimannya kembali ke Surabaya akan dilakukan menunggu jadwal keberangkatan kapal tersebut kembali ke Surabaya.

Adapun proses pengiriman kembali sejumlah kontainer berisi minyak goreng itu menggunakan izin Surat Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 yang dikeluarkan pada tanggal 28 April 2022. Di dalam surat itu disebutkan kontainer berisi makanan ringan.

“Tidak menutup kemudian adanya permainan dokumen dari pihak Bea cukai Surabaya dan PT Maratus untuk barang yang tidak sesuai jenis muatan untuk di lakukan pengiriman,” kata Ariasandy.

Baca JugaPT Telkom Menjadi BUMN Pertama yang Raih Sertifikasi Internasional

Ditanya lebih jauh, Ariasandy mengaku belum tahu jenis minyak goreng ataupun besar volume yang akan diselundupkan ke Timor Leste tersebut. Pasalnya, kata dia, barang tersebut sudah di ambil ahli oleh pihak Bea dan Cukai Atambua.

Kapolres TTU AKBP Moh Mukson ketika dihubungi dari Kupang, menyatakan, sejumlah kontainer minyak goreng itu masih berkaitan dengan tujuh kontainer minyak goreng yang digagalkan penyelundupannya oleh Polda Jawa Timur di Pelabuhan Tanjung Perak beberapa waktu lalu.

“Nah yang tiba di pelabuhan Wini itu adalah tiga unit yang sebelumnya sudah dikirim terlebih dahulu,” tuturnya. Untuk proses penyelidikannya, kata dia, sudah ditangani oleh Polda Jawa Timur.

Sebelumnya, delapan kontainer dengan volume 8 ribu liter minyak goreng berhasil disita di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk diekspor ke Timor Leste pada Kamis, 12 Mei 2022.

Delapan kontainer itu berisikan 168.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng siap ekspor. Diduga terdapat 11 kontainer minyak goreng siap ekspor yang diseludupkan tersangka. Tiga kontainer di antaranya, ujar Agus, telah berada di Timur Leste.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono, menyatakan pihaknya bersama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan Satgas Pangan akan menindak tegas setiap pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Veri yang juga Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan tersebut menyampaikan keberhasilan penggagalan ekspor minyak goreng ke Timor Leste beberapa waktu lalu.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil (CPO), Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBD Palm Oil), Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein), dan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO), minyak goreng telah ditetapkan sebagai barang yang dilarang untuk diekspor sejak 28 April 2022.

Baca JugaElon Musk Siap Penuhi Undangan Jokowi, Kunjungi Indonesia Bulan November

Adapun pelaku usaha yang melanggar aturan tersebut diancam dengan sanksi sebagaimana diatur Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Direktur Tertib Niaga Kemendag Sihard Hardjopan Pohan menyebutkan kontainer berisi minyak goreng yang diduga akan diekspor secara ilegal tersebut telah diamankan petugas.

“Pelaku usaha yang melanggar ekspor minyak goreng bisa dikenakan sanksi pidana paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5 miliar,” ucapnya.

(geosiar.com)