Cara Jitu Agar Cuti Disetujui Atasan untuk Libur Lebaran Bisa Lebih Panjang

by
Cara Jitu Agar Cuti Disetujui Atasan untuk Libur Lebaran Bisa Lebih Panjang

GEOSIAR.COM – Pemerintah telah menetapkan jadwal libur Lebaran 2022 sekaligus tanggal cuti bersama. Sejumlah kebijakan bepergian berkaitan Covid-19 juga telah dikendurkan menghadapi momen keagamaan ini.

Artinya, saatnya mempersiapkan jadwal pulang kampung untuk bersilaturahmi dan berjumpa dengan sanak saudara setelah sekian lama.

Sebelum memesan tiket kereta api atau pesawat terbang, pastikan untuk segera mengajukan cuti terlebih dulu ke kantor.

Tips mengajukan cuti menghadapi libur Lebaran 2022

Libur lebaran dan aturan perjalanan yang telah ditetapkan membuat kita bisa lebih leluasa menyusun agenda mudik. Selain hari libur nasional Idul Fitri 1443 Hijriah, kita bisa memanfaatkan jatah cuti tahunan untuk menambah jadwal rehat urusan kantor.

Sepertinya, akan lebih menyenangkan jika kita bisa mengambil libur sedikit lebih panjang dibandingkan rekan sekantor yang lain. Khususnya jika sudah terlalu lama tak berjumpa dengan keluarga atau jarak kampung halaman yang cukup jauh.

Tentunya ini bukan hal yang mudah agar cuti ‘panjang’ kita disetujui oleh atasan, bersaing dengan rekan lain di kantornya. Namun, ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar permintaan cuti Lebaran kita kali ini disetujui.

Baca JugaSegera Waspadai Beberapa Tanda Anak yang Mengidap Diabetes

Cek jatah cuti kita

Cek kembali jatah cuti, libur atau libur pengganti yang kita miliki untuk bisa dimanfaatkan. Ketahui aturan yang diberlakukan perusahaan soal cuti yang bisa diambil oleh pekerjanya, khususnya berkaitan dengan hari libur seperti Lebaran.

Beberapa perusahaan yang menyediakan jasa umumnya masih tetap beroperasi sehingga lebih sulit untuk mengajukan ‘libur yang diperpanjang’.

Ajukan segera

Ajukan segera permintaan cuti kita kepada atasan maupun HRD untuk meningkatkan peluangnya disetujui. Sejumlah sektor seperti ritel, perhotelan, TI, atau perawatan kesehatan biasanya mengharuskan penjadwalan kerja diatur jauh-jauh hari untuk bisa libur.

Semakin awal kita membuka pembahasan ini maka akan semakin baik. Namun langkah ini tidak menjamin permintaan cuti kita akan dikabulkan meskipun tetap memberikan banyak kelonggaran dalam bernegosiasi dengan atasan.

Bersiap untuk kompromi

Bersikaplah pengertian dan sabar ketika meminta waktu cuti, khususnya di waktu semua orang ingin berlibur seperti Lebaran.

Pertimbangkan untuk berkompromi jika cuti kita tidak dikabulkan sepenuhnya, misalnya bersedia melakukan pekerjaan secara remote dari kampung halaman.

Cara lainnya adalah menjajaki kemungkinan pembagian shift pada hari libur.

Misalnya masuk hingga hari terakhir sebelum Lebaran untuk bisa mendapatkan cuti panjang setelahnya.

Baca JugaCara Menjaga Sistem Imun Tetap Kuat saat Berpuasa

Lebih ringan tangan membantu atasan

Jadilah lebih proaktif ketika di kantor dan ingin mengajukan cuti Lebaran. Tanyakan kepada atasan soal apa yang bisa kita lakukan untuk membantu pekerjaan berjalan lancar saat kita sedang cuti.

Lakukan sejumlah pekerjaan yang mungkin harus kita selesaikan terlebih dulu atau dipercepat.

Selain berguna untuk kantor dan atasan, cara ini juga bisa membuat kita bisa lebih santai masuk kantor seusai Lebaran.

Jangan ajukan cuti ke atasan di hari Senin dan Jumat

Jangan mengajukan permintaan cuti pada atasan di jam sibuk ketika hari Senin atau Jumat.

Kebanyakan atasan memetakan semua tanggung jawabnya selama seminggu mendatang dan menyelesaikan pekerjaan pekan lalu di hari Senin.

Sedangkan hari Jumat cenderung diisi dengan agenda yang padat untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline.

Paling baik jika kita mengajukan permintaan cuti di hari Rabu ketika semuanya terasa lebih santai sehingga potensi disetujuinya lebih besar.

Baca JugaTips Dokter Bagi Penderita Maag Agar Aman Jalani Puasa Ramadan

(geosiar.com)