Anggota Komisi VII DPR RI Hendrik Sitompul Hadiri FGD, Diharapkan DME Kurangi Impor LPG

by
Anggota Komisi VII DPR RI Hendrik Sitompul Hadiri FGD, Diharapkan DME Kurangi Impor LPG

GEOSIAR.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Hendrik Sitompul hadiri FGD, diharapkan DME kurangi impor LPG. Anggota Komisi VII DPR RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan agenda Perkembangan Proyek Dimethyl Ether (DME), bersama mitra kerja PT Bukit Asam Tbk di Hotel Fairmonth Jakarta, Selasa (5/4/2022).

FGD dipimpin Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto dari Fraksi Partai Nasdem, turut dihadiri secara langsung anggota DPR RI lainnya diantaranya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Drs Hendrik H Sitompul MM.

PT Bukit Asam Tbk, pada Focus Group Discussion menyampaikan, komitmen-nya penuh dalam pengembangan dan pelaksanaan proyek hilirisasi batu bara menjadi dymethil ether (DME). Proyek yang digarap bersama dengan PT Pertamina (Persero) dan Air Products and Chemicals, Inc ini dinilai sejalan dengan upaya  pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor liquid petroleum gas (LPG).

Lebih jauh dijelaskan, bahwa proyek Gratifikasi/DME ditetapkan sebagai proyek strategis nasional melalui Perpres 109 tahun 2020 ini pun resmi dimulai. Lokasi Proyek groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Kawasan Industri Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan. Memberikan nilai tambah batu bara secara optimal.

Melalui proyek ini, batu bara kalori rendah akan dikonversi menjadi syngas dan diproses menjadi methanol untuk menghasilkan DME sebagai alternatif pengganti LPG.

Proyek akan dilakukan di Tanjung Enim selama 20 tahun dengan total investasi sebesar USD2,1 miliar atau setara Rp30 triliun. Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun

Proyek DME ini merupakan pilot projeck di Indonesia yang diharapkan cepat terealisasi, ada tiga belah pihak yang terlibat yakni:

  • PT Bukit Asam Tbk, Sebagai penyalur bahan baku batu bara,
  • Air Product (Amerika) sebagai Perusahaan penyedia teknologi gratifikasi,
  • PT Pertamina sebagai offtaker (Pembeli DME).

Proyek ini dicanangkan akan selesai dengan jangka waktu 30 bulan. (dimulai pada 26 Januari 2022) perkiraan selesai Juli 2024
Catatan: sedang dalam proses perampungan perjanjian kerja.

Anggota Komisi VII DPR RI Hendrik Sitompul Hadiri FGD, Diharapkan DME Kurangi Impor LPG

Melalui FGD itu, Anggota Komisi VII DPR RI memberi Point penekanan diantaranya, kebijakan DME sebagai alternatif untuk pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri didasarkan pada harga batubara yang masih rendah. Sehingga dapat dipergunakan untuk diproduksi menjadi DME. Ketika saat ini harga batubara sedang tinggi, semestinya dapat ditinjau kembali keputusan ini.

Selanjutnya, terkait Investasi yang dilakukan oleh Air Product senilai 2,3 Milyard US Dollar di Tanjung Enim harus benar benar diperhitungkan secara matang,  agar tidak memberikan kerugian kepada negara dalam hal ini PT BA dan Pertamina di kemudian hari.

Point terakhir ditegaskan, ketersediaan DME dapat mengurangi impor gas LPG yang saat ini senilai 7 sd 8 triliun per tahun.

(geosiar.com/cno)

Baca JugaWalikota Medan Apresiasi Program KedaiReka Kemendikbudristek