Nelayan di Serdang Bedagai Ditangkap, Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi

by
Nelayan di Serdang Bedagai Ditangkap, Kasus Perdagangan Satwa Lindung

GEOSIAR.COM, MEDAN – Nelayan di Serdang Bedagai ditangkap, kasus perdagangan satwa dilindungi. Seorang nelayan AU alias MAN, warga Dusun III, Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara ditangkap oleh Tim Intel Unit Intel Polairud Polda Sumut di rumahnya, Kamis (31/3/2022).

Pada Senin (4 April 2022) Hadi Wahyudi, Kabag Humas Kombes Pol Polda Sumut, dikonfirmasi melalui aplikasi chat WhatsApp, mengatakan MAN ditangkap karena memperdagangkan satwa dilindungi jenis tapal kuda (Belangkas).

Hadi menjelaskan, MAN menyimpan ratusan belangkas di rumah tanpa dokumen resmi pemerintah. Informasi tentang keberadaan tempat penampungan belangkas ilegal pertama kali dikomunikasikan oleh masyarakat.

Informasi tersebut kemudian mengarah pada penggeledahan di rumah pelaku. Tentu saja, pihaknya menemukan 152 ekor belangkas di samping rumah MAN.

Nelayan di Serdang Bedagai Ditangkap, Kasus Perdagangan Satwa Lindung

Dalam pemeriksaan, MAN menampung belangkas dengan harga 10.000/ekor. Kemudian dijual kepada warga Tanjung Balai berinisial J seharga Rp.20.000.

Baca JugaTerkait Kisruh Hasil Seleksi KPID, 4 Konstituen Dewan Pers: LAHP Ombudsman Sumut Prematur

Hadi mengatakan, pelaku J saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan pengejaran terus dilakukan.

Hadi menjelaskan, barang bukti yang diamankan berupa polyfoam berisi 26 ekor belangkas mati, dua plastik  butir telur belangkas seberat 2,8 kg, lembaran catatan berisi catatan jual beli belangkas, dan tiga karung berisi 128 ekor belangkas hidup.

Hadi menjelaskan, 152 buah barang bukti belangkas yang rencananya akan dikirim pelaku ke Thailand untuk diolah menjadi obat-obatan. Hewan laut yang dilindungi ini memiliki khasiat untuk pengobatan HIV/AIDS.

“Saat ini tersangka MAN bersama barang bukti ratusan ekor belangkas sudah dibawa ke Mako Dit Polairud Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan terancam hukuman limat tahun penjara,” katanya.

(geosiar.com)

Baca JugaKisruh Keturunan PKI Bisa Daftar TNI, Koordinator PMPHI: Jenderal Andika Layak Diapresiasi