Ini Dia Penyebab Utama Penyakit Kronis, Hindari Mulai dari Sekarang

by
Ini Dia Penyebab Utama Penyakit Kronis, Hindari Mulai dari Sekarang

GEOSIAR.COM – Ini dia penyebab utama penyakit kronis, hindari mulai dari sekarang. Penyakit kronis dan tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, kanker dan ginjal adalah penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.

Salah satu faktor utama terjadinya penyakit ini adalah pola makan yang tidak sehat, termasuk tingginya konsumsi minuman manis. Di Indonesia, konsumsi produk minuman manis dalam kemasan (MBDK) meningkat 15 kali lipat selama 20 tahun terakhir.

Meski rasanya menyegarkan dan lezat, asupan MBDK yang tinggi meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis. Menurut Abdilah Ahsan, pakar advokasi Indonesia Center for Strategic Development Initiative (CISDI), konsumsi MBDK per kapita Indonesia sebesar 20,23 liter per tahun.

”Ini kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Terlalu banyak minum dan makan yang manis akan memicu obesitas dan berujung pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular,” katanya dalam konferensi pers virtual.

Untuk itu, CISDI mendesak pemerintah segera menerapkan tarif cukai MBDK untuk semua produk minuman manis.

“Tarif cukai terbaik adalah minimum 20 persen dari harga produk MBDK dan diterapkan multi-layer berdasarkan kandungan pemanisnya,” katanya.

Gita Kusnadi, Kepala Riset CISDI, mengatakan tingginya konsumsi MBDK berpotensi meningkatkan beban sakity dan kematian jika tidak ditangani secara serius. Ia mengatakan 7 dari 10 kematian di Indonesia saat ini disebabkan oleh penyakit kronis.

““Diabetes saat ini sudah diderita oleh 19,5 juta penduduk Indonesia, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 28,5 juta penderita pada tahun 2045. Laju kenaikan prevalensinya perlu segera ditekan. Salah satu caranya melalui implementasi cukai MBDK,” ujar Gita.

Gita Kusnadi juga menegaskan, upaya edukasi dan sosialisasi tentang bahaya konsumsi gula berlebihan masih kurang.

“Perubahan perilaku di masyarakat tidak bisa dicapai melalui usaha promotif saja, diperlukan kebijakan dan intervensi lain yang lebih kuat untuk melengkapi upaya tersebut,” tambahnya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Ketua Pengurus Harian Tulus Abadi, mengatakan pajak konsumsi di Indonesia juga dapat membantu mengendalikan defisit fiskal kesehatan. Kebijakan cukai ini juga akan sejalan dengan kampanye Kementerian Kesehatan untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.

(geosiar.com)

Baca JugaAnak Kedua Melaney Ricardo Cedera, Langsung Dibawa ke IGD