RI-Malaysia Sepakat Tak Bersaing Harga Minyak Kelapa Sawit

by
RI-Malaysia Sepakat Tak Bersaing Harga Minyak Kelapa Sawit
Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa Malaysia dan Indonesia sepakat untuk tak saling saing harga minyak kelapa sawit. (Arsip Biro Pers Sekretariat Presiden)

GEOSIAR.COM – RI-Malaysia sepakat tak bersaing harga minyak kelapa sawit. Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa Malaysia dan Indonesia sepakat untuk tak saling saing harga minyak kelapa sawit.

Ismail melontarkan pernyataan tersebut setelah bertemu Presiden Indonesia, Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, pada hari ini, Jumat (1/4).

“Kami setuju harga minyak kelapa sawit patut ditentukan oleh pihak bersama Indonesia dan Malaysia dan tidak bersaing dari segi penetapan harga,” kata Ismail dalam konferensi pers bersama Jokowi.

Ia menilai, langkah itu perlu ditempuh mengingat kedua negara ini merupakan pengekspor minyak kelapa sawit terbesar.

“Karena Malaysia, Indonesia merupakan dua negara yang menguasai keseluruhan ekspor minyak kelapa sawit,” ucap Ismail.

Baca JugaSidang Isbat 1 April, Ini Jadwal Puasa dan Imsakiyah Ramadhan 2022 dari Muhammadiyah

Kedua kepala negara membahas isu ini ketika harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terus melonjak hingga tembus ke level tertinggi sepanjang sejarah di angka US$8.000 atau sekitar Rp114 ribu.

Jika harga CPO naik, maka minyak goreng juga turut melambung.

Di Indonesia, khususnya Jakarta, harga minyak goreng kemasan premium naik hingga 100 persen. Harga minyak goreng curah juga naik 40,35 persen.

Sementara itu, di Malaysia harga minyak goreng bersubsidi mencapai RM2,5 atau Rp8.500. Malaysia mensubsidi harga lewat program cooking oil stabilization (COSS).

Selain itu, harga minyak goreng non subsidi di Malaysia dipatok 27,9 RM atau Rp95.100 untuk ukuran 5kg.

(geosiar.com)

Baca JugaJadwal Imsakiyah Ramadhan 2022 di Wilayah Medan dan Sekitarnya