IDI soal Isu Organisasi Profesi Dokter Tandingan: Bisa Rugikan Pasien

by
IDI soal Isu Organisasi Profesi Dokter Tandingan: Bisa Rugikan Pasien
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merespons isu kemunculan organisasi profesi dokter tandingan. Menurutnya, hal ini bisa merugikan pasien bisa terjadi.

GEOSIAR.COM – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merespons isu kemunculan organisasi profesi dokter tandingan, buntut dari rekomendasi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) soal pemberhentian Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai anggota IDI.

Ketua Bidang Hukum Pembelaan dan Pembinaan Anggota (BHP2A) IDI Beni Satria menyebut sesuai Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dalam pasal 1 poin ke 12 tertuang jelas bahwa organisasi profesi adalah IDI untuk dokter dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia untuk dokter gigi.

“Kalau ada organisasi profesi selain dokter, ini yang kita khawatirkan akan ada dua standar etik, dua standar pelayanan profesi kedokteran,” kata Beni dalam konferensi pers secara daring, Jumat (1/4).

Beni kemudian mengungkapkan kekhawatirannya, apabila organisasi profesi dokter lebih dari satu. Maka ada kemungkinan dokter yang diberhentikan akibat melanggar kode etik dari satu organisasi sebut saja A, maka akan berganti haluan mendaftar organisasi profesi dokter B.

Ia melanjutkan, IDI telah menerima banyak aduan terkait praktik kesehatan di masyarakat yang mengatasnamakan dokter padahal seseorang itu tidak memiliki ijazah hingga Surat Izin Praktik (SIP) dokter alias dokter gadungan.

Baca Juga Harga Pertamax Naik, Berikut Daftar Harganya Mulai Jumat 1 April 2022

Merespons temuan itu, maka IDI menurutnya memerlukan sebuah posisi dan kewenangan untuk mengeluarkan surat rekomendasi sebagai syarat penerbitan SIP dokter guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan atau efek samping buruk terjadi pada masyarakat.

“Dokter yang diberhentikan IDI misalnya, dia akan pindah keanggotaan menjadi ikatan dokter yang B, atau pindah ke C. Karena ada double standart itu, maka apakah yang dirugikan IDI? tidak. Yang dirugikan adalah masyarakat,” ujarnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, sempat ramai di linimasa media sosial terkait pembentukan IDI tandingan dengan nama Ikatan Dokter Seluruh Indonesia (IDSI).

Kemunculan itu menyusul rekomendasi pemberhentian Terawan dari keanggotaan IDI, narasi yang disebutkan banyak dokter IDI yang keluar dan bergabung dengan IDSI.

Namun demikian, Kominfo RI memastikan informasi tersebut merupakan kabar burung. Adapun foto yang terlampir dengan narasi viral sebenarnya merupakan kegiatan Muktamar IDI ke-31 di Banda Aceh saat MKEK membacakan putusan usulan pemberhentian Terawan.

(geosiar.com)

Baca Juga : PMPHI : Kelangkaan Pupuk Subsidi Harus Segera Diatasi